Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perang Rusia Ukraina Masih Berlanjut, Ini Yang Harus Dilakukan Indonesia

Minggu, 15 Mei 2022 12:43 WIB
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati (Foto: Istimewa)
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mendorong Indonesia untuk terus aktif mendorong perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Menurut Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, Indonesia punya peran sebagai penengah. Karena menganut sistem politik bebas aktif.

Kata Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, semua negara ingin damai. Terlebih Indonesia yang memegang teguh persatuan dan kesatuan.

Berita Terkait : Formula E Jakarta, Harumkan Nama Besar Indonesia

"Peran Indonesia yang utama adalah menjaga perdamaian dunia (ada pada Pembukaan UUD 45). Indonesia bisa mengambil sikap atas dasar keyakinan kebenaran yang kita anut," kata Nuning saat dihubungi RM.id, Minggu (15/5).

"Sebagai negara bebas aktif itu artinya Indonesia bebas menentukan kedudukannya, tentu yang menguntungkan dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya (ipoleksosbud)," lanjutnya.

Berita Terkait : Lawan India Di Final Piala Thomas, Ini Persiapan Tim Bulutangkis Putra Indonesia

Di kesempatan berbeda, Nuning menilai Ukraina ingin peperangan terus berlarut. Sebaliknya, Rusia malah ingin perang selesai lebih cepat. Karena itu Indonesia dituntut harus memposisikan diri dengan tepat.

"Kita harus posisikan Indonesia berada di mana, karena kita punya politik bebas-aktif. Kita harus bersikap yang tentunya harus menguntungkan Indonesia," jelas eks anggota Komisi I DPR itu.

Berita Terkait : Merdeka Belajar Terus Bergerak Ciptakan Terobosan Pendidikan Indonesia

Mengenai kabar Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan datang ke Tanah Air untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Nining menerangkan, Indonesia sebagai negara bebas-aktif tidak boleh menentang cuma-cuma.

"Menurut pandangan saya, kalau negara bebas aktif tidak boleh mengatakan 'kamu jangan datang!' Kita harus punya cara komunikasi politik yang baik," tegas dia.■