Dewan Pers

Dark/Light Mode

PM Jepang Dukung Penuh Presidensi G20 Indonesia

Minggu, 1 Mei 2022 12:32 WIB
Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menanam pohon di Istana Kepresidenan, Bogor. (Foto Kemlu RI)
Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menanam pohon di Istana Kepresidenan, Bogor. (Foto Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dukungan atas kepemimpinan Indonesia dalam Group of Twenty (G20) ditunjukkan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada 29-30 April kemarin, PM Kishida menyatakan dukungan terhadap Presidensi G20 Indonesia, yang mengangkat tema "Recover Together, Recover Stronger."

"Indonesia memegang presidensi G20 dan bertema Recover Together, Recover Stronger dan telah menetapkan prioritas seperti digital, transisi energi dan kesehatan. Kami negara Jepang mendukung ini dan kerja sama sebaik mungkin supaya G20 meraih kesuksesan," ujar Kishida dikutip website Setkab.go.id, Sabtu (30/4).

Dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, sejumlah isu dibahas. Kishida pun menegaskan keinginan Negeri Sakura untuk terus mempererat hubungan bilateral dengan Jakarta.

Presiden Joko Widodo menyambut baik komitmen PM Kishida untuk terus memperkokoh hubungan bilateral antara kedua negara. Hal tersebut disampaikannya dalam pernyataan pers bersama PM Jepang, di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (29/4).

Berita Terkait : Datangi Markas PDIP Sragen, “Puan Presiden” Menggema

"Saya menyambut baik komitmen Yang Mulia untuk terus memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang," ujar Jokowi mengawali pernyataannya.

Presiden mengungkapkan bahwa dalam hubungan bilateral ini kedua pemimpin sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di perdagangan dan investasi, salah satunya dengan mengintensifkan negosiasi IJEPA (Indonesian-Japan Economic Partnership Agreement) dan mengurangi hambatan perdagangan agar lebih menguntungkan kedua negara.

Di bidang investasi, mantan Gubernur DKI ini menyambut baik ekspansi perusahaan otomotif Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi yang akan menjadikan Indonesia sebagai hub otomotif untuk kawasan. Tapi, Jokowi berharap adanya tambahan investasi baru Jepang di bidang lain, terutama energi, industri semen, teknologi pertanian, dan kesehatan, dan menjadikan Indonesia menjadi bagian penting dari global supply chain industri asal Jepang.

Di bidang infrastruktur, Presiden Jokowi menyambut baik kelanjutan proyek Pelabuhan Patimban fase 1 tahap 2 serta penyelesaian proyek infrastruktur yang sudah berjalan, seperti Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Berita Terkait : Sambut PM Jepang Di Istana Bogor, Presiden Jokowi Beberkan Kesepakatan Dengan Fumio Kishida

Di sektor kelautan dan perikanan, Presiden menyambut baik partisipasi Jepang dalam pembangunan sentra kelautan dan perikanan di Natuna dan Biak yang telah selesai serta komitmen pembangunan sentra-sentra serupa di Sabang, Moa, Saumlaki dan Morotai.

Sementara di sektor energi dan lingkungan hidup, Jokowi mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi baru terbarukan (EBT), seperti hidrogen, biomassa dan metanol, serta finalisasi dan implementasi nota kesepahaman atau MoU kerja sama lingkungan hidup.

Di sektor ketenagakerjaan, ada potensi besar pekerja migran Indonesia untuk mengisi lowongan kerja di Jepang. Penguatan kerja sama pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia harus kita kerjakan bersama-sama. 

Sementara itu, Kishida menyatakan kegembiraannya dapat kembali berkunjung ke Indonesia setelah kedatangan pada tahun 2014 saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Berita Terkait : Gandeng Microsoft, Telkom Perkuat Akselerasi Digitalisasi Indonesia

Selain bertemu Presiden Jokowi, Kishida juga meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, pada Sabtu siang kemarin (30/4). Sebelumnya, Kishida sebelumnya telah menerima kunjungan kehormatan para alumni kampus Jepang.

Pertemuan itu dihadiri Ginandjar Kartasasmita yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), serta Ketua PPIJ Rachmat Gobel.

Pertemuan dan pembicaraan berlanjut dengan para perwakilan perusahaan Jepang. Setelahnya, PM Jepang bersama rombongan menuju bandara internasional untuk ke tujuan selanjutnya, yaitu Vietnam.***