Dewan Pers

Dark/Light Mode

Subsidi Biaya Pasien Covid Mau Dihentikan Bertahap

Daripada Sakit, Segera Vaksin!

Sabtu, 21 Mei 2022 07:05 WIB
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 (Shutterstock/Kobkit Chamchod).
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 (Shutterstock/Kobkit Chamchod).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan menghentikan subsidi biaya perawatan pasien Covid-19 secara bertahap. Kebijakan tersebut seiring dengan penurunan kasus penularan virus Corona.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Pemerintah akan memperlakukan penanganan Covid-19 se­bagaimana penanganan penyakit influenza biasa.

Muhadjir mengatakan, pemeriksaan laboratorium untuk afirmasi kasus Covid-19 tidak mendapat bantuan pembiayaan dari Pemerintah.

“Secara bertahap, pasti itu. Kalau memang wabahnya sudah tidak ada, masa harus disubsidi terus,” katanya.

Berita Terkait : Ganjar Makin Menjauh Dari Kandang Banteng

Dia mengatakan, pembiayaan pengobatan pasien Covid-19 selanjutnya akan dikembalikan ke mekanisme pembiayaan dalam program jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Kalau sekarang kan tidak seperti itu, ditanggung semua oleh Pemerintah,” ka­tanya.

Muhadjir mengatakan, penularan Covid-19 di Indonesia sudah terkendali. Indikatornya, kasus dan tingkat kematian akibat penyakit tersebut terus menurun. Dia mencontohkan DKI Jakarta.

“Di DKI, seperti rumah sakit rujukan itu sebagian besar yang meninggal bukan karena Covid-19, yang paling tinggi adalah kanker,” katanya.

Berita Terkait : Selama Pandemi, Sony Donasikan 65 Juta Dolar AS Pada Sekitar 5.600 Organisasi

Meski penularan Covid-19 sudah terk­endali, Muhadjir mengatakan, Pemerintah tetap berhati-hati menentukan langkah transisi menuju endemi. Pemerintah terus memonitori perkembangan virus asal Wuhan, China ini.

“Tidak ada kata lain, kita harus waspada menghadapi Covid-19. Mudah-mudahan kita berhasil menuju transisi endemi,” harapnya.

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, se­lama Indonesia masih berstatus pandemi, Pemerintah tidak bisa menghentikan pem­biayaan secara bertahap.

“Sekarang dasar legalnya dulu, apakah Pemerintah sudah mencabut status wabahnya atau sejenisnya. Kalau belum dicabut, itu tanggung jawab Pemerintah,” kata Miko.

Berita Terkait : Jangan Lupa Bahagia, Hadapi Covid Dengan Prokes Dan Vaksinasi

Akun @EdhyWidodo setuju Pemerintah menghentikan secara bertahap pembiayaan pasien Covid-19. Dia justru meminta Pemerintah fokus memulihkan perekonomian.

“Jangan lagi tanggung biaya pasien Covid- 19, biar rakyat yang fokus membentuk herd im­munity,” ujarnya.
 Selanjutnya