Dewan Pers

Dark/Light Mode

Disalip Polri, Disalip Kejagung

KPK Lagi Terpuruk

Kamis, 9 Juni 2022 06:50 WIB
Gedung KPK. (Foto : Istimewa)
Gedung KPK. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski masih rajin menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pejabat daerah, KPK tetap saja dianggap terpuruk. Kepercayaan publik pada lembaga yang dipimpin Firli Bahuri Cs ini, kian rontok. Kini, tingkat kepercayaan publik ke KPK sudah disalip Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI), KPK hanya berada di posisi keenam. Padahal, di era masa lalu, KPK selalu bertengger di tiga besar.

Survei IPI ini dilakukan pada 18-24 Mei 2022 terhadap 1.213 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei ini plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Rilis survei ini dilakukan kemarin. Hasilnya, TNI bertengger di posisi puncak dengan tingkat kepercayaan mencapai 85,3 persen. Posisi kedua ditempati Presiden Jokowi dengan tingkat kepercayaan sebesar 73,3 persen.

Berita Terkait : Ini Berbagai Keuntungan Presidensi G20 Bagi Indonesia

Posisi ketiga ditempati Polri dengan 66,6 persen. Posisi keempat dipegang Kejagung dengan 60,5. Lalu, posisi kelima ada pengadilan dengan 60,1 persen.

KPK hanya menduduki posisi keenam dengan 59,8 persen. Tingkat kepercayaan ini menurun drastis. Sebelum-sebelumnya, tingkat kepercayaan ke KPK bisa mencapai di atas 70 persen.

“Ini KPK di antara lembaga penegak hukum, tingkat trust-nya paling rendah sekarang,” jelas Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi.

Meski penilaian publik jeblok, Ketua KPK Firli Bahuri tanpa santai. Dia membantah anggapan kinerja lembaganya dikatakan menurun. Dia bilang kinerja KPK tak menurun meski tingkat kepercayaan publik turun.

Berita Terkait : Dukungan Ke Erick Thohir Semakin Tidak Terbendung

"Kita hargai apa pun hasilnya, tetapi itu tidak menurunkan kinerja kita. Kita tetap kawal dalam rangka pemberantasan korupsi," ucap Firli, seusai Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

 

Dalam rapat itu, memamerkan hasilnya kerjanya ke Komisi III DPR. Ada sejumlah capaian yang dilakukan KPK. "Yang jelas adalah, satu terkait dengan bagaimana kinerja KPK tahun 2022 sampai dengan Juni dibandingkan dengan tahun lalu. Misalnya, asset recovery, asset recovery sekarang itu naik 147 persen daripada tahun lalu. Itu yang kita sampaikan," jelas mantan Kapolda NTB itu.

Program-program yang digagas dan dijalankan KPK pun dijelaskan Firli dalam rapat itu. Tak ada yang terlewat. "Terus terkait dengan bagaimana pendidikan politik berintegritas kita sampaikan juga bagaimana terkait dengan program desa antikorupsi kita sampaikan juga," ucapnya.

Belum lagi bantuan KPK berupa saran masukan kepada pemerintah khususnya melaksanakan tugas Pasal 6 huruf C terkait dengan monitor atas penyelenggaraan pemerintah negara. "Saya sampaikan, KPK melakukan kajian apa saja kita sampaikan semua," imbuhnya.

Berita Terkait : Hari Pertama Kerja, KPK Gelar Apel Pagi Secara Hybrid

Di dunia maya, warganet lebih percaya hasil survei IPI ketimbang ucapan Firli. "Ya nggak menurun, tapi terpuruk," sindir @WongIndonesiaOK.

Ada juga warganet yang membawa-bawa nama Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, yang selama ini memang getol membela KPK di era Firli. "Sesuai harapan @Fahrihamzah," cuit @rahmad_anw.

Sedangkan akun @IrfandyM mengungkit revisi Undang-Undang (UU) KPK dengan kondisi saat ini. "Buah dari lahirnya UU KPK yang baru," sebutnya.

Ada juga warganet yang sampai jengkel melihat kondisi KPK yang semakin terpuruk itu. "Sudah tidak respect sama KPK Firli. Mending dibubarin. Buang-buang duit pajak aja," tulis @Alex_oposisi. [UMM]