Dewan Pers

Dark/Light Mode

Prof Didik Puji Misi Perdamaian Jokowi

Kamis, 30 Juni 2022 18:42 WIB
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J Rachbini. (Foto: Ist)
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J Rachbini. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Diplomasi ke pihak NATO juga perlu dilanjutkan lebih mendalam oleh para menterinya. Karena NATO merupakan akar dan sumber masalah konflik sekarang dan mendatang. “Memang aneh di masa damai di mana ekonomi merupakan prioritgas utama seluruh dunia, NATO justru unjuk kekuatan dan ingin mendominasi dunia,” katanya.

Yang begitu naif, kata dia, konflik mengerikan ini terjadi di dalam negara anggota G-20 sendiri. Di mana keseluruhan anggota sering bertemu. Ada keseimbangan yang tidak dijaga di mana organisasi lainnya seperti NATO terus melebarkan sayap di masa damai, yang justru dianggap ancaman bagi Putin dan Rusia.

Berita Terkait : Sekali Berperan Dalam Misi Perdamaian Dunia, Jokowi Langsung Mainkan Peran Strategis

“Ini akar masalah sehingga untuk mendamaikan tidak berada dalam posisi menyalahkan satu pihak, dengan argumen apa pun, tetapi kemudian memberi pembenaran pada yang lain. Kesalahan mengambil posisi di dalam PBB bisa dihapus dengan peran strategis yang sedang dilakukan Jokowi sekarang,” bebernya.

Posisi Presidensi Indonesia sangat strategis dan menguntungkan bagi Jokowi dan Indonesia untuk berperan. Kelembagaan G-20 sangat penting dan mungkin lebih penting dari PBB. PBB sulit diharapkan berperan untuk mendamaikan perang Rusia-Ukraina karena posisinya sudah berpihak.

Berita Terkait : Atasi Krisis Pangan & Energi, Gerindra Apresiasi Misi Perdamaian Jokowi

Indonesia layak tampil sebagai negara yang berpengaruh di dunia untuk menjalankan misi perdamaian ini. Sejarah peranan Indonesia di dalam diplomasi dan perdamaian sudah dikenal dunia dimana Bung Karno adalah tokoh dunia yang sangat dikenal berdiri di tengah konflik ideologi dunia Barat dan Timur yang mengerikan.

Jaman Soeharto juga banyak tampil diplomat-diplomat hebat yang mampu berperan mendamainkan. Konflik ideologi di Asia Tenggara dan Timur Tengah. “Peranan Jokowi dalam hal ini sangat dihargai karena merupakan lompatan untuk Indonesia tampil kembali di gelanggang internasional, yang riskan konflik. Selamat berjuang Mr President!,” tukasnya.