Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ngaku Koalisi Tapi Belum Pernah Deklarasi

Gerindra-PKB Masih Ngambang

Minggu, 3 Juli 2022 08:01 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerindra dan PKB berulang kali menyatakan sudah sepakat berkoalisi. Namun, sampai hari ini, Gerindra-PKB belum pernah menggelar deklarasi bahwa keduanya sudah berkoalisi. Hal ini tentu saja menimbulkan kecurigaan, sebenarnya koalisi Gerindra-PKB masih ngambang.

Awalnya, kabar Gerindra dan PKB akan kawin muncul usai Ketum PKB, Muhaimin Iskandar bertemu dengan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, di Kertanegara, Jakarta, Sabtu (18/6) malam. Usai pertemuan itu, masing-masing pengurus mengaku intens berkomunikasi.

Terbaru, para pengurus dari kedua partai kembali bertemu di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (30/6) malam. Namun, pertemuan yang dianggap sudah melahirkan kesepakatan membentuk koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) itu, ditutup tanpa adanya deklarasi. Prabowo dan Imin juga tidak ikut dalam pertemuan itu.

Berita Terkait : Koalisi Dengan Gerindra, PKB : Kita Pastikan Seirama

Kenapa keduanya belum mau deklarasi? Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai, pernyataan keduanya sudah berkoalisi cuma sebatas wacana dari para kader. Sementara di level ketua umum, belum ada kepastian bakal berkoalisi.

“Itu artinya, dua partai ini tak bisa mengklaim sudah berkoalisi. Belum A1," kata Adi, di Jakarta, kemarin.

Adi bahkan menilai, Gerindra kurang begitu antusias untuk berkoalisi dengan PKB. Selama ini, pihak yang sangat berambisi untuk koalisi dengan memasangkan Prabowo-Imin, hanya dari pihak PKB. Sedangkan Gerindra, terkesan cuek.

Berita Terkait : Gerindra Belum Bahas Calon Untuk Pilkada

"Mungkin juga PKB ke-geer-an, seakan koalisi ini pasti terwujud. Seakan koalisi ini 1.000 persen terbentuk. Padahal, politikus Gerindra terkesan datar-datar saja menanggapinya," ucap dia.

Adi menganggap wajar, Gerindra maupun Prabowo tidak terlalu antusias untuk berkoalisi. Hal ini tak lepas dari keinginan PKB yang mematok syarat koalisi dengan mengusung Imin untuk mendampingi Prabowo. Padahal, dalam setiap survei, elektabilitas Imin masih jeblok.

"Termasuk PKB saat ini sedang terlibat konflik terbuka dengan PBNU dan keluarga Gus Dur jadi pertimbangan Gerindra," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) itu.

Berita Terkait : Ngaku Kena Kanker Demi Dapat Sumbangan

Benarkah PKB-Gerindra cuma main-main? Menanggapi itu, Wasekjen PKB Syaiful Huda, tidak terima. Kata Huda, jangankan ketum, di tingkat akar rumput saja, sudah serius mengawinkan Prabowo-Imin.
 Selanjutnya