Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Diskusi Universitas Paramadina Dan LP3ES
Temui Putin Dan Zelensky, Jokowi Lakukan Double Track Strategy
Senin, 4 Juli 2022 13:46 WIB
Sebelumnya
Langkah double track strategy Jokowi pertama, menyentuh aras elit. Diterangkan, konflik Rusi-Ukraina bukan semata pertaruhan dua negara. tetapi ada kekuatan-kekuatan besar di balik konflik tersebut.
Elit dimaksud adalah elemen-elemen yang ada di kelompok G7. Para pemegang 31 persen kekuatan ekonomi dunia sementara G20 pemegang 80 persen GDP dunia. "Dengan melakukan komunikasi level elit dunia tersebut merupakan sebuah strategi komunikasi yang baik untuk sukseskan agenda KTT G20 November mendatang," tambahnya.
Baca juga : Jokowi The Messenger
Kedua, Presiden Jokowi yang langsung menukik ke persoalan utama untuk upaya penghentian perang adalah langkah cukup strategis. Hadirnya Jokowi di Ukraina dan Rusia menjadikan jeda tempur sesaat pada hari-hari tersebut.
Agenda KTT G20 diharapkan juga menciptakan cease fire atau gencatan senjata perang Rusia-Ukraina. Juga menjadikan awal economic recovery dunia yang terus berlanjut.
Baca juga : Laskar Ganjar Puan Sarankan Jokowi Lakukan Reshuffle Kabinet
"Langkah Jokowi ke Ukraina dan Rusia juga diharapkan mengembalikan dunia pada multilateralisme agar dunia tidak lagi masuk ke dalam zona pertarungan ego antar elit dunia," harapnya.
Sementara itu, Dosen UPN Veteran Jakarta Dr Bambang Susanto memuji, Presiden Jokowi adalah satu-satunya pemimpin di Asia yang melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia.
Baca juga : Bikin Investor Aman Dan Nyaman, Ajaib Luncurkan Fitur Transaksi Margin
Dalam situasi yang kurang menguntungkan bagi dunia saat ini, Indonesia menjadi Presidensi G20 dengan agenda KTT G20 November 2022 mendatang. Perlu upaya-upaya keras untuk menyukseskan hajatan tersebut.
"Semoga situasi krisis antara Ukraina dan Rusia bisa terjembatani oleh kunjungan Jokowi ke dua negara tersebut," harapnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya