Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Miliki HKI Terbanyak Di Bidang Stem Cell, Dokter Ini Sabet Rekor MURI
Rabu, 6 Juli 2022 21:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) memberikan penganugerahan Rekor MURI kepada Dr. Purwati sebagai penerima Hak kekayaan intelektual (HKI) Terbanyak di Bidang Stem Cell (Sel Punca).
Purwati yang juga Dosen Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) mengatakan, teknologi Stem Cell selalu berkembang, yang diwujudkan dengan adanya inovasi riset. Di mana hasil riset tersebut, dapat diaplikasikan sebagai alternatif terapi di bidang kesehatan bagi pelayanan kesehatan yang membutuhkan.
"Stem Cell adalah konsep dan proven-nya menunjukkan ketauhidan Allah SWT, Sang Pencipta langit dan bumi, di mana semua bermula dari Yang Satu dan Awal sebelum semua ada," ujarnya, saat menerima penganugerahan Rekor MURI, di Jakarta, Selasa (5/7).
Ia menuturkan, bila diperhatikan, hirarki Stem Cell paling tinggi bersifat totipotent yang dipunyai oleh sebuah sel zigot, yang kemudian berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi turunan-turunannya.
Sehingga pada akhirnya, membentuk miliaran sel berupa jaringan dan organ hingga tubuh yang utuh. "Stem Cell tersebut mempunyai kemampuan istimewa untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self regenerate) dan berbiak sesuai dengan garisnya," katanya.
Baca juga : Ratusan Kader PDI Perjuangan Di Bandung Pecahkan Rekor MURI Sicita
Ia menegaskan, pengembangan riset dan penyelenggaraan Stem Cell di Indonesia tidak kalah dibandingkan di luar negeri.
Salah satu rekognisi untuk hasil riset tersebut, sambung dia, selain publikasi internasional maupun nasional pada berbagai jurnal ilmiah, juga dapat diketahui melalui penetapan hak kekayaan intelektual atau HKI.
Untuk itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga turut memberikan kontribusinya dalam bentuk serangkaian riset terkait stem cell dan modifikasinya serta turunannya.
"Caranya, membangun jejaring dengan institusi baik dalam maupun luar negeri," katanya.
Menurut dia, sebagian hasil riset tersebut didaftarkan sebagai kekayaan intelektual (KI), yaitu empat paten mandiri dengan judul Adipose Derived Stem cell Tissue Engineering untuk Terapi Ulkus Diabetik, Rekayasa Sel Punca Pulpa Gigi Untuk Meningkatkan Penyatuan Implan Gigi.
Baca juga : Tumbangkan Bhayangkara Samator, LavAni Sabet Juara
Lalu, Prototipe Limfosit TCD4+ yang Resisten Terhadap Infeksi HIV dan Medium Transport untuk Terapi Sel Punca (Transport Stem Cell Medium/TSC Medium). Selain itu, satu paten bersama dengan judul “Jaringan Tulang Rawan Rekayasa Untuk Terapi Osteoartritis dari Kombinasi Sel Progenitor Kondrosit dan Scaffold Tulang Rawan”.
Kemudian, satu paten sederhana bersama dengan judul “Metode Pembuatan Sel Punca dari Darah Tali Pusat Manusia Untuk Regenerasi Kulit”. Serta, tiga hak cipta mandiri dengan judul Basic Science Stem Cell dan Metabolit, Basic Science Jaringan dan Bio-Engineering.
"Terakhir, Riset dan Aplikasi Stem Cell, Metabolit dan Bio-Processing," sambungnya.
Ia berharap, berbagai hasil riset yang telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual ini dapat memberikan manfaat di dunia kesehatan, baik untuk pasien maupun untuk dokter dan faskes (Fasilitas Kesehatan) yang memberikan pelayanan.
"Kami juga berharap, pelayanan Stem Cell ini mampu menjadi Tuan Rumah di negeri sendiri," ungkapnya yang juga Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR itu.
Baca juga : Bankir Banting Setir Jadi Chef, Sukses Sabet Michelin Star
Di kesempatan yang sama, Pendiri MURI Jaya Suprana menilai, rekor ini memiliki makna yang sangat penting untuk bidang pelayanan kesehatan. "Apa yang dilakukan Dokter Purwati terkait Stem Cell ini membuka masa depan ilmu kedokteran di Indonesia ke arah yang jauh lebih hebat ke depannya," ungkapnya.
Ia berharap, hal ini bisa mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Jadi, jangan dihambat kreativitas-nya, jangan dihambat inovasinya. Putra-Putri Indonesia itu hebat-hebat," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya