Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buntut Kasus Pelecehan Seks Di Jombang

Pesantrennya Ditutup, Kasian Ribuan Santrinya

Jumat, 8 Juli 2022 08:03 WIB
Polisi menggeledah pesantrean Shiddiqiyyah, Jombang, Jatim, untuk mencari tersangka pelecehan seksual. (Foto: Ist)
Polisi menggeledah pesantrean Shiddiqiyyah, Jombang, Jatim, untuk mencari tersangka pelecehan seksual. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) bersikap tegas dalam kasus pelecehan seks kepada santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. Buntut kasus tersebut, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, resmi mencabut izin operasional pondok pesantren tersebut. Gara-gara kelakuan bejat salah satu pimpinannya, ribuan santri jadi korbannya. 

Seharian kemarin, polisi mengepung lalu menggeledah Pesantren Shiddiqiyyah. Langkah ini ditempuh untuk menjemput paksa Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, pelaku pencabulan dan pemerkosaan santriwati, yang buron sejak 2019.

Pengepungan berlangsung dramatis, karena menurunkan ribuan polisi dan sejumlah kendaraan taktis lapis baja. Sayangnya, pengepungan yang dimulai dari pagi sampai  pukul 10 tadi malam itu, belum membuahkan hasil. Pelaku masih belum ketangkap.

Berita Terkait : GP Ansor Minta Tersangka Segera Ditangkap, Izin Ponpes Harus Dibekukan

Sejak pagi buta kemarin, polisi mulai berdatangan ke Pesantren Shidiqiyah, yang berlokasi di Desa Losari, Ploso. Mereka datang dengan seragam lengkap anti huru-hara. Mengenakan helm, pelindung siku, rompi, sambil menenteng tongkat dan tameng. Sebagian dari mereka membawa senjata gas air mata. 

Saat matahari naik sepenggalah, polisi yang berasal dari satuan Brimob Polda Jatim dan Polres Jombang itu, makin banyak. Sebagian merangsek ke dalam pesantren untuk melakukan penggeledahan. Satu per satu bangunan disisir. 

Sebagian lagi berjaga-jaga di depan pintu masuk pesantren. Mereka mencegah orang keluar masuk pesantren selama penggeledahan. Sebagian lagi berjaga di sepanjang Jalan Losari, tak jauh dari pintu masuk pesantren. Kendaraan taktis seperti baracuda terparkir di beberapa titik. 

Berita Terkait : BPH Migas Ingatkan Pentingnya Pengawasan Dan Peran Masyarakat

Penggeledahan ini membuat Jalan Losari ditutup. Toko-toko pun memilih tutup. Khawatir terjadi bentrokan. 

Polisi menyebut pengepungan pesantren ini sebagai upaya terakhir untuk menjemput paksa Subchi, tersangka pemerkosaan santriwati, yang diyakini bersembunyi di bangunan induk pondok itu.  

Sempat terjadi kekisruhan dengan santri dan simpatisan yang tidak mau menyerahkan MSAT. Satu polisi terluka. Akhirnya polisi mengamankan simpatisan tersangka. Sekitar 320 orang dibawa ke Polres Jombang dengan menggunakan 3 truk. Dari jumlah itu, 20 di antaranya anak-anak.

Berita Terkait : Kalau Ada Kasus Pelecehan Seksual, Erick Minta BUMN Tak Ragu Bertindak

Sampai tadi malam, penggeledahan masih berlangsung. Penggeledahan berlangsung lama karena banyak sekali bangunan di lingkungan pesantren yang luasnya sekitar 5 hektar itu. Selain itu, keluarga tersangka juga tidak kooperatif.
 Selanjutnya