Dark/Light Mode

Rancang Silaturahmi Politik

Puan-AHY Tak Serenggang Mega-SBY

Kamis, 14 Juli 2022 06:40 WIB
Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Umum Parti Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. (Foto :Dok. Partai Demokrat).
Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Umum Parti Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. (Foto :Dok. Partai Demokrat).

 Sebelumnya 
Dia menerangkan, AHY sempat bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan Puan pada 6 Agustus 2020. Saat itu, Puan didampingi dan Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto. Sebelumnya, AHY dan adiknya, Edie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, juga sudah bersilaturahmi ke kediaman Mega di Teuku Umar.

"Seperti yang kerap disampaikan Ketum AHY, membangun bangsa tidak bisa sendirian. Itu mengapa Partai Demokrat selalu aktif menjalankan silaturahmi 360 ke berbagai elemen bangsa, termasuk ke partai-partai politik," kata Herzaky, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Pochettino Pengangguran

Dia meyakini, kebersamaan antarparpol yang dirajut akan melahirkan kolaborasi dan sinergi untuk kepentingan bersama, yaitu membangun Indonesia yang makin aman, damai, adil, sejahtera, dan maju. Kontestasi, kompetisi, persaingan dan pertarungan, tidak akan terlepaskan dalam kehidupan politik dan demokrasi, tetapi pada titik-titik tertentu bersama partai politik bisa menghadirkan solusi yang terbaik bagi masyarakat.

Direktur Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, rencana Puan bertemu AHY ini tentu sangat positif bagi kedua parpol. Artinya, sejarah politik masa lalu antara Mega dan SBY tidak menurun ke anak cucu. Menurut dia, kerenggangan PDIP dan Demokrat selama ini tak bisa dipisahkan dari kerenggangan SBY dan Mega.

Baca juga : Partai Garuda: Covid Tidak Mengenal Cebong Dan Kadrun

"Paling tidak, ini angin segar. Sejarah masa lalu tidak diturunkan ke anak cucu. Permasalahannya kan SBY dan Bu Mega. Bukan Puan dan AHY. Kecuali kalau persoalan masa lalu itu mau terus diturunkan," kata Pangi, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pangi menilai, keputusan Mega menunjuk Puan sebagai juru lobi memang tepat. Puan mengubah suasana komunikasi dengan parpol lain menjadi lebih cair. Puan bisa dengan mudah melakukan komunikasi dengan semua ketum parpol. Termasuk dengan AHY.

Baca juga : Membangun Warisan Politik Keluarga

Kata Pangi, SBY dan Mega masih terganjal “drama” setelah perang dingin bertahun-tahun. Meski keduanya terlihat sudah move-on setelah bertemu di Istana pada 2017, namun untuk melanjutkan ke urusan koalisi masih belum mendapatkan chemistry. Kehadiran Puan sebagai juru lobi membuat chemistry itu muncul. "Karena lebih mudah mempertemukan AHY dengan Puan daripada Mega dan SBY," ucapnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.