Dewan Pers

Dark/Light Mode

Membangun Warisan Politik Keluarga

Minggu, 26 Juni 2022 06:39 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Gaya pidato seorang politisi muda, viral di dunia maya. Bukan karena materi atau substansinya, tapi gayanya. Sepertinya, dia ingin memfotokopi orangtuanya yang memang seorang orator. Tapi, jadinya terlihat lucu.

Dia menjadi salah satu dari sekian banyak politisi muda yang lahir beberapa tahun terakhir. Mereka ada di pusat maupun daerah. Berebut posisi puncak di panggung politik negeri ini, menjadi kepala daerah, anggota DPR atau DPRD.

Bahkan ada beberapa anak muda yang oleh orangtuanya diminta untuk beralih profesi. Dari seorang profesional menjadi politisi.

Generasi kedua atau ketiga dalam panggung politik ini ada yang sudah “jadi”, ada yang masih mentah. Ada juga yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang orangtua dan keluarganya.

Berita Terkait : Mengobati "Candu Politik"

Mestinya, generasi muda politik ini membangun karakter sendiri. Tidak mengekor. Mereka juga perlu merancang dinasti politik yang tidak hanya mengejar kursi kekuasaan, tapi juga punya “Sesuatu”, yang bisa menjadi warisan bagi keluarga, bangsa dan negara.

Mereka perlu merintis jalan menjadi seorang negarawan. Bukan sekadar politisi. Generasi-generasi muda ini tidak hanya melatih diri untuk fasih berkampanye “kami akan membangun jembatan”, tapi juga mengukir mahakarya bagi keluarga dan bangsanya.

Mereka juga butuh kerendahan hati untuk lebih “membumi”. Menyatu bersama rakyat. Kapan pun. Dimana pun. Bukan hanya menjelang pemilu.

Di Amerika Serikat, kita mengenal dinasti politik Kennedy. Dari tahun 1800-an sampai sekarang, dinasti ini tak pernah absen dari panggung politik dan kenegaraan Amerika Serikat. Mereka selalu terwakili. Di eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Tak pernah putus. Ada saja klan Kennedy yang aktif. Sampai sekarang.

 

Berita Terkait : Tangis-Tawa Di 2 Panggung

Yang paling terkenal tentu saja John F Kennedy (JFK), yang menduduki kursi Presiden AS di usia 43. Dia menjadi presiden hanya 1.000 hari, tapi punya mahakarya, antara lain, mengirim manusia ke bulan.

Dia juga serius memastikan hak-hak sipil bagi orang Afrika-Amerika. JFK meletakkan dasar yang menginspirasi warganya maupun Presiden berikutnya.

Selain JFK, ada RFK, Robert F Kennedy. Dia menjadi Jaksa Agung dan membangun reputasinya sebagai jaksa yang sangat tegas dalam memberantas kejahatan terorganisir.

Setelah JFK terbunuh, RFK menjadi politisi yang dikenal sangat membumi. Dia berkampanye mengunjungi orang-orang termiskin di negaranya. Mengetuk pintu-pintu rumah mereka. Dia ikut demo bersama serikat pekerja. Dia ingin rakyat bisa menyentuhnya. RFK mengokohkan citra kesederhanaan dalam keluarga Kennedy.

Berita Terkait : "Kalau Ternyata Bukan Kucing…"

Banyak lagi keluarga dinasti Kennedy yang dicatat dalam sejarah. Walaupun mewarisi jubah politik keluarga, mereka tetap menjadi diri sendiri. Punya “Sesuatu” yang layak diingat. Punya kapasitas pribadi.

Mereka tidak mengikuti gaya pidato. Tidak hanya mengejar kursi kekuasaan semata. Mereka merancang dan membangun legacy serta monumen kokoh bagi keluarga, bangsa dan negara. Karena itu, mereka bertahan lama. Awet. Ratusan tahun. Sampai sekarang. ■