Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Fakta Baru Polisi Tembak Polisi
Istri Jenderal Sambo Sering Kasih Duit Ke Adik Brigadir J
Senin, 18 Juli 2022 07:15 WIB
Sebelumnya
Apa hasilnya? Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo meminta publik bersabar. Pihaknya masih terus bekerja untuk mengungkap kasus ini. “Dengan begitu, hasilnya akan sangat jelas dan komprehensif karena bukti yang bicara secara ilmiah dan ada kesesuaian dengan hasil pemeriksaan para saksi-saksi,” kata Dedi, dalam keterangan pers, kemarin.
Ia pun meminta semua pihak tidak mudah memercayai isu liar yang beredar dalam kasus ini. Menurutnya, isu liar yang beredar tidak bisa dipercaya karena tidak berdasarkan fakta yang terjadi di TKP. “Ini untuk menghindari spekulasi. Bukan orang yang expert di bidangnya justru akan memperkeruh keadaan,” kata Dedi.
Baca juga : Polisi Tembak Polisi Di Rumah Jenderal Polisi
Di saat timsus bekerja, tim Komnas HAM juga bergerak ke Jambi untuk menggali keterangan dari keluarga Brigadir J. Tim bergerak pada Sabtu (16/7). Komisioner bidang Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan tim sudah menemui keluarga Brigadir J dan mendapat keterangan, foto, dan video.
Dalam pertemuan itu, lanjut dia, tim meminta keterangan perihal sejumlah foto yang beredar di media. Kapan foto itu diambil dan dalam konteks apa. Selain itu, tim juga mengumpulkan informasi mengenai kabar peretasan ponsel milik keluarga serta kabar rombongan anggota polisi yang mendatangi kediamannya.
Baca juga : LPSK Beri Perlindungan Keluarga Brigadir J
Kapan penyelidikan Komnas selesai? Dia bilang, pihaknya tentu saja ingin kasus ini segera selesai. Namun, bisa saja dalam prosesnya nanti ada sejumlah persoalan yang membuat penyelesaian kasus ini memakan waktu lama. Misalnya, saat meminta keterangan pihak lain. Selalu ada pihak yang diminta keterangan enggak ketemu jadwalnya sehingga membuat penyelesaian kasus menjadi molor.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya