Dark/Light Mode

Kecam Aksi KKB Papua

Moeldoko: Saya Melihat Ada Perilaku Teroris Dan Bandit Di Situ...

Kamis, 21 Juli 2022 19:05 WIB
KSP Moeldoko (kanan) dalam media briefing Kondisi Keamanan Terkini di Papua di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (21/7). (Foto: Hesty/RM)
KSP Moeldoko (kanan) dalam media briefing Kondisi Keamanan Terkini di Papua di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (21/7). (Foto: Hesty/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengecam aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada 16 Juli lalu.

Aksi keji tersebut menewaskan 11 orang, termasuk tokoh agama.

“Mereka telah melakukan tindakan kejam berulang kali di Papua, dengan target membabi buta. Saya melihat ada perilaku teroris dan juga bandit di situ,” kata Moeldoko dalam media briefing tentang Kondisi Keamanan Terkini di Papua, yang digelar di Hotel Westin Jakarta, Kamis (21/7).

Baca juga : Ketemu Moeldoko, Nelayan Biak Ingin Perluas Pasar Ekspor

Dalam rentang waktu Januari 2010 hingga Maret 2022, Moeldoko menyebut, ada 226 kasus yang melibatkan KKB Papua, dengan 1.654 korban luka dan 464 korban jiwa.

Mereka melakukan pembunuhan, pembakaran fasilitas publik, gedung pemerintahan, puskesmas, dan rumah makan dengan menyebarkan teror dan sebagainya.

Khusus tahun 2022, sejak April hingga Juli 2022, KKB melakukan 18 kejahatan dengan korban meninggal 22 orang.

Baca juga : 8 Kopasgat Ikuti Pelatihan Tangani Teroris Pesawat Di Yordania

"Kelompok ini pula, yang pada tahun 2018 melakukan pembunuhan terhadap 17 karyawan BUMN Istaka Karya di Nduga dan pemenggalan terhadap warga sipil," papar Moeldoko.

"Ini merupakan pembantaian keji, kejam, dan biadab. Ini adalah kejahatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya. 

Oleh karena itu, pemerintah akan menindak tegas KKB melalui penegakan hukum.

Baca juga : Starbucks Buka Gerai Pertama di Kediri Dan Madiun

"Tindakan tegas hanya terhadap KKB, bukan yang lain. Penegasan ini penting. Jangan sampai ada persepsi keliru, terhadap tindakan yang diambil aparat keamanan," tandas Moeldoko. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.