Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi Diusulkan Jadi Bapak Pemuda Indonesia

Jumat, 22 Juli 2022 13:40 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai kebijakan sudah ditorehkan Presiden Jokowi demi kemajuan Indonesia. Eks Wali Kota Solo itu juga berhasil menangkal berkembangnya kelompok intoleran. Atas keberhasilan itu, para pemuda lintas agama mengusulkan agar Jokowi dijadikan Bapak Pemuda Indonesia.

“Jokowi merupakan sosok inspiratif bagi aktivis kepemudaan, karena lahir dari rahim masyarakat sederhana hingga menjadi tokoh bangsa. Untuk itu Jokowi layak dinyatakan sebagai "Bapak Pemuda Indonesia,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

Sunanto mengatakan itu dalam acara Diskusi Publik Pemuda Lintas Agama yang dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Katolik, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH), Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA), Generasi Muda Khonghucu (GEMA KU), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Generasi Muda Buddhis (GEMA BUDHI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Kamis (21/7).

Cak Nanto-sapaan alrab Sunanto-mengatakan, Jokowi juga berhasil mengurangi angka kemiskinan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), hanya dalam 4 tahun angka kemiskinan Indonesia menurun drastis dari 11,22 persen pada 2014 menjadi 9,82 persen pada 2018. Dalam tahun yang sama, tingkat ketimpangan penduduk juga menurun dari 0,414 menjadi 0,319. 

Berita Terkait : Mentan Ajak Perbankan Perkuat Pertanian Indonesia

Begitu juga Ketahanan Pangan Indonesia yang naik cukup signifikan dari peringkat 72 menjadi peringkat 65 dari total 113 negara. Dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 68,90 menjadi 70,81.

“Itu masih sebagian kecil yang saya paparkan. Namun yang kita rasakan, itu saja sudah sangat signifikan dalam membawa perubahan kemajuan bangsa ini,” ujar Cak Nanto ini.

Menurut dia, Jokowi juga fokus pada pemberantasan mafia pertanahan. Ini menjadi gambaran keberpihakan Jokowi kepada kelangsungan hidup generasi muda Indonesia. 

Jokowi juga memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Tentu ini sangat berdampak dalam memberantas tindakan korupsi yang sering terjadi di bangsa ini.

Berita Terkait : Asosiasi BPRS Resmikan Graha BPR Syariah Indonesia

Yang paling mengagumkan, Jokowi berani melibatkan kaum milenial dalam jabatan strategis pemerintahannya. Ada Nadiem Makarim (Mendikbudristek), Angela Tanoesudibyo (Wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif), lalu pengangkatan Stafsus Milenial.

Menurutnya, Jokowi sangat inspiratif bagi para kaum aktivis. Kemampuan dia menjadi inspirasi bagi semua anak muda Indonesia. Jokowi lebih cocok dengan penyematan Bapak Pemuda Indonesia lantaran dia mampu dan berani mengangkat anak muda.

“Tak disangka-sangka, ternyata keberanian beliau berbuah manis dalam kemajuan bangsa ini. Dari sini bisa kita lihat bahwa peran kaum milenial juga benar-benar mampu membawa perubahan kemajuan Indonesia. Ini adalah model kepemimpinan Jokowi yang out of the box,” sambungnya.

Pilpres 2019 lalu, menurut Cak Nanto, terlihat begitu menguji adrenalin. Namun Jokowi mampu membawa suasana damai dan nyaman. Bahkan ia merangkul Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi kabinet dalam pemerintahannnya. Jokowi tidak menganggap itu sebagai lawan, tetapi menjadikannya sebagai rekan kerja untuk membangun Indonesia.

Berita Terkait : Grab, Emtek Dan Bukalapak Percepat Digitalisasi UMKM Di Seluruh Indonesia

Cak Nanto pun menggambarkan kepemimpinan Jokowi layaknya poin pertama pada “Pustaka Asta Dasa Parateming Prabu” atau 18 ilmu kepemimpinan. Pitutur luhur ini pernah diterapkan Maha Patih Gajah Mada pada zaman keemasan Kerajaan Majapahit di bumi Nusantara ini. Ke-18 prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut permulaannya disebut ‘Wijaya’.

“Artinya pemimpin harus mempunyai jiwa tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan,” tuturnya.

Ia menegaskan, bangsa Indonesia lahir karna perbedaan. Bukan karena kesamaan. Indonesia bersatu dengan perbedaan. Dan legacy bukan hanya sebuah peninggalan masa lalu, namun juga manivestasi untuk masa yang akan datang.

“Jokowi merupakan sosok inspiratif bagi aktivis kepemudaan, karena lahir dari rahim masyarakat sederhana hingga menjadi tokoh bangsa. Untuk itu Jokowi layak dinyatakan sebagai "Bapak Pemuda Indonesia,” pungkasnya.