Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cek Rekaman 20 CCTV

Komnas HAM Sebut Brigadir J Masih Hidup Saat Tiba Di Duren Tiga, Sempat Tes PCR

Rabu, 27 Juli 2022 21:35 WIB
Brigadir J. (Foto: Ist)
Brigadir J. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komnas HAM mengungkapkan, Brigadir J masih hidup saat tiba di sekitaran rumah Irjen Ferdy Sambo, di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, selepas dari Magelang.

Hal itu terungkap dari rekaman 20 potongan video yang diperlihatkan Tim Siber Polri dan Labfor Polri kepada Komnas HAM. Video itu merupakan rekaman CCTV yang tersebar di 27 titik. Mulai dari Magelang, Duren Tiga, hingga RS Kramat Jati.

"Sampai di Duren Tiga, almarhum masih hidup. Dan rombongan yang lain dan semuanya sehat tidak kurang dari satu apapun," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dalam konferensi pers, di Kantor Komnas HAM, Rabu (27/7).

Menurutnya, video di area Duren Tiga memperlihatkan Irjen Sambo masuk duluan. "Setelah sekian waktu, ada rombongan baru pulang dari Magelang. Di situ terlihat ada Bu Putri, ada almarhum Joshua, dia masih hidup sampai Duren Tiga. Terus ada rombongan lainnya," ungkapnya.

Namun Anam memastikan, kawasan Duren Tiga yang dimaksud bukanlah di kediaman Irjen Sambo atau lokasi yang disebut sebagai tempat tewasnya Brigadir J.

Berita Terkait : Komnas HAM: Berdasarkan Lukanya, Brigadir J Diduga Ditembak Dari Jarak Berbeda-beda

"Bukan, bukan TKP. Kedatangan rombongan itu, tidak langsung ke TKP," elak Anam.

Di tempat itu, rombongan, termasuk Brigadir J melakukan tes PCR pendeteksi Covid-19. Anam tak mengungkapkan jam berapa mereka melakukan tes tersebut. Dia hanya menyebut, selepas Ashar hingga menjelang Magrib. 

"Siapa yang kelihatan di video di-PCR? Semua yang rombongan itu di-PCR. Salah satunya adalah almarhum Joshua," terang Anam.

Selain rekaman video, Komnas HAM jiga mendalami jejaring komunikasi di empat titik terkait tewasnya Brigadir J. Satu titik di antaranya, Duren Tiga atau sekitar lokasi tewasnya Brigadir J.

 

Proses pendalaman tersebut, kata Anam, dilakukan di antaranya dengan hasil cell dump yang ditunjukkan Puslabfor Polri dalam agenda permintaan keterangan di Kantor Komnas HAM, hari ini. "Jadi di seputaran Duren Tiga dan lain sebagainya, itu dicek," bebernya.

Berita Terkait : Temui Ganjar, Komnas HAM Minta Masalah Wadas Diselesaikan Dengan Humanis

Anam menjelaskan, hasil cell dump tersebut bukan berbentuk percakapan melainkan seperti jejaring komunikasi antara satu nomor ponsel dengan nomor ponsel lainnya di suatu area.

Ia mengatakan data tersebut penting di antaranya untuk melengkapi keterangan-keterangan terkait alibi pihak-pihak terkait dengan tewasnya Brigadir J. "Cell dump secara sederhana untuk melihat HP siapa saja yang ada di situ," bebernya.

Permintaan keterangan siber dan digital forensik, akan kembali dilanjutkan Komnas HAM pekan depan. Sebab, ada beberapa penggalian informasi yang membutuhkan dukungan teknologi. "Tinggal sekitar 20 persen lagi yang kami butuhkan untuk perkuat terangnya peristiwa," tandasnya.

Sebelumnya, Komnas HAM mengungkapkan dugaan bahwa Brigadir J tewas saat perjalanan Magelang ke Jakarta terpatahkan.

Sebab, ada momen canda tawa antar ajudan atau aide-de-camp (ADC) Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy yang membuat isu itu patah.

Berita Terkait : HUT Ke-63, Pertamina Siapkan Terminal BBM Sambu Jadi Trading Hub Di Asia Tenggara

"Forum tertawa-tawa itu, forum antara ADC ya, sebelum kematian, lokasinya di Jakarta," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Selatan, Rabu (27/7).

Dia mengungkapkan, Brigadir J juga ada di sana. Oleh sebab itu, menurutnya dugaan Brigadir J tewas saat perjalanan Magelang-Jakarta itu keliru. 

"Itu ngobrol nyantai begini dan tertawa-tawa, siapa yang tertawa? Termasuk J. Jadi kalau ini seolah-olah dibunuh dengan tertawa-tawa antara Magelang dan Jakarta sudah, itu salah," ungkapnya. ■