Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Catatan Dr. Tantan Hermansah
Hubungan Antara Sempak, Kabel Dan Kota
Senin, 8 Agustus 2022 14:51 WIB
Sebelumnya
Padahal, kabel-kabel itu pasti bukan hanya benda biasa. Ia mengandung nilai ekonomi yang tinggi ketika memasangnya. Namun meski ada nilai ekonomi yang tumbuh dan dihasilkan dari memasang dan atau meletakkan kabel tersebut, ternyata pada aspek pemeliharaan dan visualisasi di lapangan lebih banyak tidak diperhatikan.
Sebagai masyarakat dan juga pengguna jalan, tentu saja ini membuat kita tak nyaman. Karena penampilan dari kabel-kabel itu bukan banyak mengganggu pemandangan seperti yang sudah disinggung di atas, tetapi juga dalam beberapa hal membahayakan.
Maka dari itu yang dilakukan oleh mahasiswa para dan warga di Tangerang Selatan yang kemudian jadi viral itu sudah benar, sekaligus mencoba mengetuk kepedulian yang memiliki kekuasaan, bahwa jika kabel ini tidak ditata dan diperhatikan dengan baik, lebih baik ditambahkan saja fungsinya. Ke depan, kabel ini bukan hanya jemuran sempak, tapi juga jemuran baju usaha laundry yang butuh jemuran, atau menjemur makanan atau barang dagangan dan sebagainya.
Baca juga : Erick: Jangan Sampai, Kita Tertinggal Dan Menyesal
Para pemilik kabel itu sepertinya tidak bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan ini. Padahal saya yakin, mereka sudah banyak menarik “cuan” dari masyarakat dengan kabel-kabel tersebut. Saya sendiri sudah lama menulis tentang betapa persoalan kabel ini harus diperhatikan dengan cermat. Karena penataan ini juga merupakan wajah dan kapasitas seorang pemimpin kota.
Jika kita membaca dan menggali makna sindiran atau demonstrasi satir yang dilakukan mahasiswa dan warga Tangerang Selatan ini, ada beberapa analisis yang bisa kita gunakan. Salah satunya, perspektif ekologis. Apa yang hadir secara visual itu bisa diberikan atau dimaknai bahwa lingkungan di mana objek itu hadir berkaitan dengan kualifikasi dan kualitas pengetahuan yang beredar dan tersebar pada setiap subyek yang hadir di lingkungan tersebut.
Dari perspektif ini kita bisa membaca dengan seksama bahwa persoalan sempak yang dijemur di kabel FO, atau kabel lainnya, merupakan pesan bahwa selama ini kita nyaris tidak pernah melakukan reposisi atas kabel kabel tersebut.
Baca juga : Merawat Citayam Fashion Week
Pada aspek posisi dan visualisasi kabel selama saya ingat, sangat mungkin sebenarnya sudah mengganggu pandangan banyak orang, meski secara fungsional memang belum berubah. Bayangkan saja, sebuah bangunan cantik di pinggir jalan misalnya, yang didesain arsitek terkenal dengan bayaran mahal, juga karyanya memang pantas dilihat publik, ternyata kecantikannya harus tereduksi dan terdegradasi habis oleh kabel yang berseliweran di depannya.
Selain kabel-kabel, hal lain yang juga sangat “tidak indah” adalah kumpulan tiangnya. Di mana rata-rata antara empat sampai delapan bahkan 12 tiang berkumpul berjejer tidak karuan. Setiap kumpulan tiang itu kemudian “dihiasi” gulungan-gulungan kabel yang juga cukup banyak.
Sebagai contoh, di Tangerang Selatan misalnya sepanjang jalan dari Ciputat sampai Pasar Jumat terdapat ratusan titik tiang di kiri kanan serta ratusan gulungan yang disangkutkan di setiap tiang itu.
Baca juga : Dukcapil Terbitkan 16 Akta Kematian Jemaah Haji Secara Cepat dan Mudah
Maka wajar jika kemudian warga menyampaikan pesan bukan hanya yang dipakai jemur sempak saja yang dibenahi, tetapi sejatinya kabel di setiap kota di Indonesia harus dipikirkan untuk ditata ulang. Negara yang sudah sedemikian modern, dengan gebyar pembangunan dimana-mana: hutan ditembus, gunung dilubangi, danau diberi tiang untuk menyangga jalan tol, serta sejumlah kecanggihan yang memesona, semua bisa dilakukan.
Tapi mengapa untuk penataan kabel-kabel kita seperti kalah telak. Apakah tidak ada pakar cerdas yang bisa memberikan desain yang apik dan cantik supaya kabel-kabel itu bukan hanya tetap fungsional, tapi juga memiliki fungsi estetis yang tidak mereduksi keindahan dan kecantikan sebuah tata ruang di kota. [*]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya