Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Minta Maaf Soal Wasiat, Muhadjir Ziarah Ke Makam Bung Karno
Minggu, 28 Agustus 2022 21:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy berziarah ke makam Proklamator RI Bung Karno, di Blitar, Sabtu (27/8). Ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya di Kota Bung Karno itu. Sebelumnya, Muhadjir menghadiri kemeriahan Blitar Ethnics National (BEN) dan prosesi menanam pohon untuk program aksi nyata Revolusi Mental “Menanam 10 Juta Pohon” di SMPN 3 Blitar.
“Kita sebagai masyarakat Indonesia tidak boleh lupa dengan para pahlawan. Setidaknya setahun sekali, dalam momentum memperingati kemerdekaan, wajib kita untuk berziarah dan mendoakan mereka,” kata Muhadjir, di Kompleks Makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, seperti keterangan yang diterima RM.id, Minggu (28/8).
Baca juga : Muhadjir Puji Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta
Dalam ziarah dan doa itu, Muhadjir duduk bersila di sisi makam Bung Karno, yang diapit kedua orang tuanya, Ida Ayu Nyoman Rai dan R Soekeni Sosrodihardjo. Muhadjir melafalkan Alfatihah dan tahlil, serta doa ampunan sekitar setengah jam.
Setelah ziarah, Muhadjir menyapa para peziarah yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Sore itu suasana ramai. “Kami dari Majalengka, Pak Menteri,” kata sekelompok peziarah menyambut sapaan.
Baca juga : Sambo Akui Kejahatannya
Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga meluruskan pernyataannya tentang Bung Karno berwasiat minta dimakamkan di Blitar saat memberikan sambutan di acara BEN. Setelah mengecek berdasarkan biografi Bung Karno, Muhadjir menyatakan bahwa Bung Karno mewasiatkan dimakamkan di daerah Priangan, yakni di Batu Tulis, Bogor.
Sedangkan keputusan pemerintah Presiden Soeharto memakamkan Bung Karno di Blitar terkait alasan, agar lebih dekat kepada makam ibunya. Karena Bung Karno dinilai sangat dekat dengan ibunya selama hidup. “Dengan demikian, pernyataan saya luruskan. Saya mohon maaf,” kata Muhadjir.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya