Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketemu Bos Projo

Prabowo Lagi Usaha Merebut Loyalis Jokowi

Sabtu, 3 September 2022 07:58 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (2/9). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (2/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menghadapi 2024, Prabowo Subianto tidak hanya mau mengandalkan pendukung fanatiknya. Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan itu, “melebarkan sayap” dengan mulai berusaha merebut hati loyalis Presiden Jokowi. Caranya, dengan bertemu Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.

Prabowo dan Budi Arie bertemu di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin. Pertemuan berlangsung empat mata. Pertemuan berlangsung cukup lama, sekitar 1 jam 15 menit. Dalam foto-foto yang beredar, pertemuan itu terlihat sangat serius.

Usai pertemuan, Budi Arie menjelaskan, hal utama yang dibahas dirinya dengan Prabowo adalah masalah terkini bangsa. Seperti isu-isu strategis nasional yang menyangkut ketahanan pangan dan kemiskinan.

Berita Terkait : Prabowo-Puan On Lagi, Prabowo-Imin Off Lagi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu menampik anggapan pertemuan dengan Prabowo membahas masalah politik 2024. "Pertemuan itu tidak bicara masalah politik, tapi masalah kebangsaan. Terutama mengenai isu-isu strategis nasional," ucapnya.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas soal permasalahan global yang berdampak pada harga kebutuhan. "Begitu juga bicara ketidakpastian global yang menyeret harga energi dan pangan. Negara harus memastikan kebutuhan pokok rakyat tersedia dan terjangkau oleh rakyat," ucapnya.

Namun, kecurigaan pertemuan ini membahas politik tidak hilang. Apalagi, sebelumnya Budi Arie sempat menyanjung Prabowo dengan menyatakan bahwa bos Gerindra itu merupakan capres yang paling pasti akan maju di 2024. Sebab, syarat nyapres Prabowo paling lengkap. Pertama, Prabowo punya partai dengan suara besar. "Jauh lebih mudah mendapatkan tiket capres karena hanya perlu satu partai koalisi," sebut Budi Arie, 3 Agustus lalu.

Berita Terkait : Kerek Produksi, Pertamina Digitalisasi Blok Rokan

Kedua, Prabowo dinilai sebagai menteri loyal dan patuh pada arahan Presiden Jokowi. Budi juga menyebut, Prabowo menunjukkan komitmen penuh mengawal program Presiden Jokowi ke depan. Terutama, soal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara serta postur pertahanan di Tanah Air.

Ketiga, Prabowo punya popularitas yang sangat tinggi, yang menjadi salah satu modal penting bagi seorang capres. "Lalu Pak Prabowo sekarang tidak menunjukkan ambisi kekuasaan fokus kerja sebagai menteri dan ikut 100 persen arahan Pak Jokowi," imbuh dia.

Pihak Prabowo dan elite Gerindra belum berbicara mengenai isi dan hasil pertemuan ini. Namun, diyakini, dengan pertemuan itu, Prabowo sedang berusaha merebut hati dan menarik simpati pendukung Jokowi.

Berita Terkait : Bertemu Dubes Maroko, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan Negara

"Bisa saja pertemuan keduanya untuk silaturahmi dan Prabowo bisa juga berupaya untuk bisa dekat dan merebut relawan Jokowi. Dalam politik itu hal biasa," ucap pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Ujang melihat, Budi Arie juga terbuka dengan pihak-pihak yang berusaha mendekati. Budi Arie paham kapan harus mendukung atau menjaring pengganti Jokowi.

"Relawan Jokowi itu mainnya cantik. Tak akan mengusulkan satu nama pada Jokowi, kemungkinan akan usulkan beberapa nama. Agar bisa bermain di banyak kaki," pungkasnya.■