Dewan Pers

Dark/Light Mode

Disuruh Keluar Dari Gerindra

Sandi Patuh Ke Prabowo

Sabtu, 10 September 2022 06:50 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (Foto: Istimewa).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pernyataan Sandiaga Uno yang siap nyapres pada Pilpres 2024 berbuntut panjang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu pun disuruh keluar dari Partai Gerindra karena dituding telah berkhianat. Menanggapi hal itu, Sandiaga mengatakan, masih kader Gerindra dan patuh kepada Prabowo Subianto.

Serangan kepada Sandi-sapaan akrab Sandiaga Uno-terus bermunculan pasca dia menyatakan kesiapannya jadi capres saat dicalonkan PPP Yogyakarta. Pasalnya, Gerindra sudah menetapkan Ketua Umumnya, Prabowo sebagai capres lagi untuk maju pada Pilpres 2024.

Serangan ke Sandi datang dari elit-elit Gerindra. Bahkan, serangannya  pedas-pedas. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa. Dia mempertanyakan, kartu keanggotaan (KTA) Sandi di partai berlambang Kepala Garuda itu.­

Berita Terkait : KPK Enggan Jerat Alfamidi, Ada Apa?

"Pertanyaannya, dia kader Gerindra atau bukan. Kalau dia anggota Gerindra kan ada kartu anggotanya. Kalau dia kartu anggotanya seperti saya bilang yang lalu sudah dimakan tikus, berarti bukan lagi kan," ujar Desmond.

Kata dia, tak masalah Sandi nekat nyapres kalau KTA-nya memang sudah dimakan tikus. “Saya bilang karena dia bermanuver itu karena kartunya sudah dimakan tikus. Jadi dia lupa dia kader partai. Nggak ada tanda-tanda partai," ungkap anggota Komisi III DPR itu.

Namun, dia menegaskan, partainya akan bersikap tegas jika Sandi masih men­gakui Gerindra adalah partainya. "Kalau masih ada tanda-tanda partai, berarti ya di­pecat. Iya tegas (pecat Sandiaga). Ya kalau bukan kader, tegas gimana," imbuh dia.

Berita Terkait : Pengamat: Peluang Koalisi PDIP-Gerindra Terbuka Lebar

Desmond lalu menyinggung, langkah Sandi yang tak berkomunikasi dengan Gerindra saat hendak datang ke acara PPP di Yogyakarta. “Kalau dia berkomu­nikasi, permisi, macam-macam, saya tidak ngomong kartunya dimakan tikus, dong," ucap mantan aktivis 98 itu.

Desmon menambahkan, Sandi datang ke Gerindra hanya untuk ke­pentingan pribadi. "Kalau dikategori­kan dia pengkhianat, pengkhianat apa. Dia tidak berjuang bersama kami, dia tidak dikhianati, dia dengan kepent­ingannya datang, dia pergi dengan kepentingannya," tegas Desmond.

Sementara, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, partai telah resmi memberikan tiket capres untuk Prabowo. Muzani meminta kader yang tidak ikut dalam rombongan agar bersedia mengundurkan diri.
 Selanjutnya