Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Mungkin PSSI stadionnya sekelas Pakan Sari Bogor,” kata dia.
Akun @Mcnoey mengingatkan PSSI untuk tidak mencampuradukkan politik dengan olahraga. Dia menegaskan, olahraga mempunyai aturan dan pakem sendiri bukan abu-abu seperti politik.
Baca juga : Rakor Sama KSAL, Moeldoko: Jangan Persulit Nelayan di Laut
“Kenapa harus membuat manuver politik untuk sebuah ajang olahraga. Padahal Stadion JIS jadi kebanggaan negeri ini,” ujar @Ade_Purnama.
“Kapan Indonesia bisa maju kalau semua selalu dikaitkan dengan politik, sampai-sampai olahraga dikaitkan dengan politik,” kritik @Eko_Priyono.
Baca juga : Narasi Islamophobia Sarat Kepentingan Politik
Sementara, @Cah_Ndeso sependapat dengan pernyataan Sekjen PSSI. Dia menyebut pagar tribun penonton JIS pernah roboh saat menggelar pertandingan. Kata dia, fakta tersebut membuktikan kualitas JIS.
“Stadiun GBK pagarnya kokoh untuk mengantisipasi penonton berjubel. Kalau pagar Stadion JIS nempel di atas tembok bata ringan jadi rawan roboh,” kata @Poseidon.
Baca juga : KNPI Dorong Demiliterisasi Dan Depolitisasi Polri
Seharusnya, kata @Kremi, PSSI yang berhak menilai layak atau tidaknya Stadion JIS, bukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Kalau PSSI saja bilang tidak layak, apa mungkin FIFA bisa bilang layak,” katanya.
Akun @Fixtech7 menjelaskan kriteria stadion layak menurut PSSI. Antara lain, pernah dipakai penonton dengan kapasitas 100 persen, sedangkan JIS belum pernah. Selanjutnya, pemain turun dari bus harus aman di area dalam, sedangkan di JIS di area publik. “Dan gerbang utama harus lebih dari satu sedangkan JIS hanya satu. Bila benar itu semua, JIS memang tidak layak,” kata dia. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya