Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tangkap Hakim Agung, KPK Sedih Lembaga Peradilan Masih Tercemar Uang Haram

Kamis, 22 September 2022 17:48 WIB
Gedung KPK. (Foto: Ist)
Gedung KPK. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengaku sedih lantaran komisinya menangkap Hakim Agung dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar sejak Rabu (21/9) malam.

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan. KPK sangat prihatin," ujar Ghufron, lewat pesan singkat, Kamis (22/9).

Berita Terkait : KPK Periksa Lukas Enembe Senin Pekan Depan

Ghufron berharap, ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti. Namun rupanya, masih tercemari uang.

"Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang," sesalnya.

Berita Terkait : Temui Jaksa Agung, Menteri Teten Curhat Penegakan Hukum Koperasi Bermasalah

Padahal sebelumnya, KPK telah melakukan pembinaan integritas di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Baik kepada Hakim dan pejabat strukturalnya, dengan harapan tidak ada lagi korupsi di lembaga peradilan tersebut.

"KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan, namun kembali kambuh setelah agak lama," tandasnya. ■