Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Siagakan Layanan Kesehatan KTT G20 Di Bali

Jumat, 23 September 2022 09:54 WIB
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Sunarto, saat konferensi pers virtual, dikutip Jumat (23/9). (Foto: Istimewa)
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Sunarto, saat konferensi pers virtual, dikutip Jumat (23/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022 di Bali semakin dimatangkan Pemerintah. Termasuk untuk urusan kesehatan para pemimpin negara maupun pejabat yang terlibat mendukung acara di lokasi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan fasilitas pelayanan Kesehatan khusus untuk KTT G20. Bukan hanya di hotel utama di Apurva Kempinski Bali. Tapi di seluruh hotel tempat para delegasi menginap selama penyelenggaraan. Beberapa Rumah Sakit rujukan pun telah ditunjuk.

“Sudah dipilih beberapa RS. Pemilihannya juga telah menghitung jarak dari main venue, yaitu Apurva Kempinski ke RS rujukan,” kata Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Sunarto, saat konferensi pers virtual, dikutip Jumat (23/9).

Kementerian Kesehatan dalam menunjuk RS rujukan ditentukan dari perhitungan waktu yang telah dilakukan. Ketika ada kejadian yang membutuhkan layanan kesehatan, jarak tempuh yang dibutuhkan ke RS paling jauh adalah 48 menit, dan yang paling dekat yaitu 13 menit.

Berita Terkait : WTP, Kementerian ATR Pastikan Layanan Bebas Pungli Dan Korupsi

Meski begitu, di main venue, juga akan disediakan klinik kesehatan dan Mini ICU.

“Jadi kami telah menghitung. Namun begitu bukan ada apa-apa jika misalnya ada person dibawa langsung dengan ambulan. Tapi ini adalah standar penanganan emergensinya," jelas Sunarto.

Pihaknya tetap menyiagakan layanan kesehatan di Apurva Kempinski. Disana disediakan klinik dan Mini-ICU. Layanan kesehatan di Apurva Kempinski Sunarto dibangun secara khusus untuk pimpinan negara atau VVIP. Penanganannya akan dilakukan oleh tim dari Sekretariat Negara.

“Sedangkan Kemenkes hanya untuk delegasi seperti Menteri, Duta Besar, dan lainnya jumlahnya sekitar 600 orang. Selain ada mini-ICU dan klinik kesehatan, ada juga tim mobile 24 jam,” kata Sunarto.

Berita Terkait : Kemenkes Siapkan Fasilitas Kesehatan Di Setiap Venue KTT G20

Untuk Mini ICU, beberapa fasilitas kesehatan yang disiapkan adalah tempat tidur pasien, tempat tidur periksa, meja serta mobile ventilator jika ada kegawatdaruratan jantung serta paru-paru.

Di Mini ICU juga akan ada dokter spesialis jantung, dokter spesialis anastesi, dan didukung dokter umum juga perawat-perawat yang sudah terlatih. Mereka akan bersiaga selain di Apurva, juga di 21 hotel lainnya tempat para delegasi menginap.

Rinciannya 10 hotel di Nusa Dua, 3 hotel di Kuta, 3 di Tuban, 3 di Jimbaran, 1 di Sanur dan 1 hotel di daerah Uluwatu. Kemenkes juga akan membagi tujuh zona pelayanan Kesehatan saat KTT G20. Setiap zona akan ada tim mobile yang bersiaga selama 24 jam.

“Untuk kepresidenan, disiapkan ambulan kepresidenan. Tersedia dua mini icu di Apurfa Kempinski dan GWK, satu unit klinik kesehatan di Apurva Kempinski, dan juga ada empat tim mobile,” kata Sunarto.

Berita Terkait : Telkom Gandeng ISI Yogyakarta Kembangan Seni Di Ruang Siber

Dia mengatakan, sudah ada tujuh Rumah sakit rujukan, yang siap beri layanan terbaik. Kemenkes bekerja sama dan berkoordinasi dengan Sekretariat Negara, Kementerian Maritim dan Investasi, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Meski Pandemi Covid-19 di dunia dan Indonesia secara khusus, telah mampu dikendalikan, Sunarto mengungkapkan jika protokol kesehatan masih menjadi prioritas untuk tetap diterapkan. Para delegasi sebelum berangkat telah diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan, dengan aplikasi PeduliLindungi.

Tujuh RS Internasional dan daerah resmi ditunjuk akan menjadi rujukan saat KTT G20. di antaranya, RSUP IGN Ngurah, RSUD Bali Mandara, RS Universitas Udayana, RS Siloam dan RS lainnya. ■