Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenkes Siapkan Fasilitas Kesehatan Di Setiap Venue KTT G20

Kamis, 22 September 2022 22:01 WIB
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes Sunarto menjelaskan layanan kesehatan bagi peserta G20. (Foto: InfoPublik)
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes Sunarto menjelaskan layanan kesehatan bagi peserta G20. (Foto: InfoPublik)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali sudah semakin dekat. Menghadapi event besar ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kesehatan Bali, dan seluruh hotel yang ada di area Nusa Dua.

Pelayanan kesehatan akan dibagi menjadi 2 kelompok. Pertama, bagi presidensi terdiri dari presiden, yang seluruhnya disiapkan Kementerian Sekretariat Negara. Kedua, bagi delegasi yang di antaranya terdiri dari menteri dan duta besar, seluruhnya disiapkan Kemenkes. “Diperkirakan jumlah peserta delegasi lebih dari 600 orang,” kata Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes Sunarto, seperti keterangan Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Kamis (22/9).

Agenda delegasi KTT G20 berlangsung tanggal 15 sampai 16 November 2022, di Hotel Apurva Kempinski sebagai venue utama, Garuda Wisnu Kencana untuk lokasi gala dinner, dan Mangrove Tahura untuk penanaman pohon.

Berita Terkait : BBM Naik, Teten Cs Siapkan Kasih Bantuan Ke UKM

Untuk fasilitas pelayanan kesehatan bagi undangan presidensi atau VVIP disiapkan 2 Mini ICU yakni di Apurva Kempinski dan di Garuda Wisnu Kencana, 1 klinik di Apurva Kempinski, dan 4 unit tim mobile di Apurva Kempinski, Garuda Wisnu Kencana, dan Tahura Mangrove.

Sementara. fasilitas kesehatan untuk delegasi disiapkan 2 unit Mini ICU di Apurva Kempinski dan Garuda Wisnu Kencana, 22 unit klinik di Apurva Kempinski dan di setiap hotel official KTT G20.

Selanjutnya, ada 9 unit tim mobile yang tersebar di 7 zona. Zona 1 area ITDC 1 (Nusa Dua) sebanyak 2 unit, zona 2 area ITDC 2 (Nusa Dua) sebanyak 1 unit, zona 3 area ITDC 3 (Nusa Dua) sebanyak 2 unit, zona 4 area Kuta dan Tuban 1 unit, zona 5 area Jimbaran 1 unit, zona 6 area Sanur 1 unit, dan zona 7 area Uluwatu 1 unit. “Tim mobile akan selalu siaga 24 jam Jika ada panggilan dari klinik-klinik yang ada di hotel,” ucap dr. Sunarto.

Berita Terkait : Jokowi-Prabowo Siapkan Desain Pertahanan Negara Di Indonesia Timur

Selain itu, Kemenkes sudah menyiapkan 7 rumah sakit rujukan yang dapat digunakan untuk presidensi dan delegasi. Tujuh RS tersebut adalah RSUP IGN Ngurah, RSUD Bali Mandara, RS Universitas Udayana, RS Siloam, RS BIMC Nusa Dua, RS Bhayangkara, RS Tk II Udayana.

Secara teknis, akan ada Command Center yang mengatur alur komunikasi pelayanan kesehatan. Ada 2 Command Center yang tersedia yaitu bagi presidensi dan delegasi. Fungsi Command Center sebagai pusat komunikasi dan koordinasi antara petugas kesehatan, ambulans, dan RS rujukan KTT G20. Petugas di Command Center terdiri dari satu dokter umum dan 2 perawat yang lancar berbahasa Inggris.

Sebagai contoh, seorang delegasi mengalami keluhan demam kemudian delegasi pergi ke klinik. Kalau bergejala berat, klinik langsung menghubungi Command Center untuk menuju ke Mini ICU terdekat atau langsung dibawa ke rumah sakit rujukan.

Berita Terkait : Kemenag Siapkan Regulasi Cegah Kekerasan Anak Di Ponpes

“Persiapan pelayanan kesehatan untuk KTT G20 ini berjalan dengan baik, namun Kementerian Kesehatan mengharapkan dukungan dan koordinasi dari lembaga, instansi, dan organisasi masyarakat baik pemerintah maupun swasta dalam menyempurnakan persiapan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan pada KTT G20,” ungkap Sunarto.■