Dewan Pers

Dark/Light Mode

Agum Minta Ketua Umum PSSI M Iriawan Tidak Mundur, Ini Alasannya...

Selasa, 11 Oktober 2022 07:22 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Foto: Facebook)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pembina Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Agum Gumelar, angkat bicara soal polemik mundur Mochamad Iriawan dari jabatan Ketua Umum PSSI. Menyusul tragedi Kanjuruhan Malang, yang mengakibatkan 131 nyawa melayang.

Dengan tegas, Agum meminta Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule, tidak mundur dari jabatannya. 

‘’Mundur bukan jawaban. Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Ketua Umum PSSI, Iriawan tidak seharusnya mundur. Dia harus menyelesaikan kasus ini sampai tuntas, dan kemudian dijadikan pembelajaran, agar kompetisi bisa lebih baik lagi,’’ ujar Agum, seperti dilansir laman PSSI, Senin (10/10).

Berita Terkait : Gempa M5,5 Banten Tak Picu Tsunami, Begini Penjelasannya...

Ketua Umum PSSI 1999-2003 ini pun mengapresiasi Iriawan, yang langsung menuju ke Malang dan bertemu keluarga korban. Baik di rumah sakit maupun di kediaman.

‘’Bahkan, saya dengar, Iriawan selama 7 hari berada di Malang. Dia berkeliling ke keluarga korban dan ke Kanjuruhan. Itu juga bentuk tanggung jawab. Saya apresiasi itu," papar Agum.

Pada kesempatan yang sama, mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini menegaskan, Ketua Umum PSSI dan Exco harus menerima apa pun keputusan atau rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), yang dibentuk pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Berita Terkait : Ahli Hukum Pidana UI: Ketua Konsorsium Tidak Bertanggungjawab Terhadap Tindak Pidana Anggotanya

"Jadikan itu masukan, kemudian laksanakan. Siapa pun pasti ingin, kompetisi sepak bola di Tanah Air makin baik. Kompetisi itu jantungnya sepak bola. Kalau tidak ada kompetisi, ya hambar. Itu sebabnya, kompetisi yang baik akan menghasilkan tim nasional yang baik pula," papar Agum.

Dia juga berpesan kepada PSSI, untuk terus menggaungkan 3 Tabu. Slogan ini pernah ia gaungkan saat menjadi Ketua Umum PSSI.

3 Tabu itu adalah pemain tidak berkelahi di lapangan apa pun alasannya; tidak boleh memprotes wasit dengan berlebihan, karena ada mekanisme untuk memprotes pengadil lapangan; tidak boleh terlibat suap.

Berita Terkait : Upacara HUT RI Di Istana Negara, Erick Dan Istri Pakai Baju Adat Rote, Ini Alasannya...

‘’Jika 3 Tabu itu dilaksanakan, saya yakin kompetisi akan berjalan baik dan benar. Pasti akan enak ditonton serta dinikmati,’’ tandasnya.

Agum juga meminta, siapa pun yang ingin maju menjadi Ketua Umum PSSI, harus bertarung pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada akhir 2023.

"Silakan bertarung di sana. Siapa yang terbaik, pasti akan dipilih oleh pemilik suara," pungkasnya. ■