Dark/Light Mode

Tolak Enembe Jadi Kepala Suku Besar Papua, Ini Komentar Cucu Marthen Indey

Rabu, 12 Oktober 2022 16:16 WIB
Onesimus Indey, cucu Pahlawan Nasional dari Papua Marthen Indey (Foto: Istimewa)
Onesimus Indey, cucu Pahlawan Nasional dari Papua Marthen Indey (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengukuhan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar Papua terus menuai beragam penolakan. Onesimus Indey, cucu Pahlawan Nasional dari Papua Marthen Indey, mengatakan bahwa dirinya merasa terganggu dengan informasi itu.

"Kami masyarakat pesisir, mulai dari Skouw sampai Sarmi, punya kepala suku masing-masing. Kami punya Ondoafi. Kalau Bapak Lukas sebagai Gubernur itu kami akui, tapi kalau sebagai kepala suku besar secara umum, saya tidak setuju. Panggil dulu semua Ondoafi dari kampung-kampung, dari semua suku-suku untuk nobatkan dia, baru kami akui," tegas Onesimus, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (12/10).

Baca juga : Ondofolo Sosiri Sentani Tolak Wacana Enembe Jadi Kepala Suku Besar Papua

Menurut tokoh masyarakat Depapre, Kabupaten Jayapura ini, tidak mungkin seluruh wilayah Papua dengan sekitar 250 suku, bisa memiliki satu orang kepala suku. Sebab, semua suku sama kedudukannya dan sederajat.

“Semua suku dan kampung-kampung di wilayah pantai ini punya pemimpinnya masing-masing. Begitu juga suku-suku di pegunungan. Kalau Gubernur ya hanya satu, untuk umum bagi kami semua,’’ kata Onesimus.

Baca juga : Dilantik Jadi Kepala LKPP, Hendrar Prihadi Punya Harta Rp 10,7 Miliar

Informasi tentang pengangkatan Enembe sebagai Kepala Suku Besar tersebut, lanjutnya, membuat situasi di sekitar Jayapura seperti api dalam sekam. “Ini membuat kami resah, karena bisa mengganggu ketenteraman masyarakat di kampung-kampung,” ujar Onesimus.

Keresahan Onesimus sangat beralasan. Lantaran masih banyak persoalan lain terkait kasus Enembe yang menurutnya belum menemukan titik terang. Seperti, masih banyaknya para pendukung Enembe yang berjaga-jaga di kediaman Enembe, adanya kemungkinan upaya paksa yang dilakukan KPK terhadap Enembe, serta tuntutan keluarga agar Enembe diperiksa oleh KPK di lapangan terbuka dan disaksikan masyarakat.

Baca juga : Ondoafi Sentani Cornelis Doyapo: Enembe Bukan Kepala Suku Besar Papua

“Sudahlah, Bapak Lukas ikut saja proses hukum supaya masalah cepat selesai. Kasihan mereka yang jaga rumah Bapak Lukas sudah berhari-hari tinggalkan anak, istri, dan pekerjaan mereka. Pulang ke rumah masing-masing sudah,” saran Onesimus.

Dia pun meminta Enembe untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang dituduhkan kepadanya dan berani menghadapi hukum. “Kalau Bapak Lukas sudah tahu ada masalah, ya Bapak sendiri yang hadapi. Jangan libatkan kami masyarakat yang tidak tahu apa-apa dan bawa-bawa adat,” pinta Onesimus.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.