Dark/Light Mode

Pro Kontra Sistem Pemilu

Parpol Di Senayan Terbelah

Sabtu, 15 Oktober 2022 08:00 WIB
Ilustrasi - Pemilihan Umum serentak 2024. (Foto: Antara/HO-Abdullah Rifai)
Ilustrasi - Pemilihan Umum serentak 2024. (Foto: Antara/HO-Abdullah Rifai)

 Sebelumnya 
“Ketiga, menghilangkan poli­tik uang karena tidak ada proses kanibalisme di internal partai politik. Keempat, memperkuat sistem pemerintahan presiden­sial melalui penguatan partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi,” paparnya.

Namun, partai yang mendukung sistem proporsional ter­buka juga punya beberapa per­timbangan masuk akal. Yakni menghilangkan nepotisme hing­ga mendekatkan caleg terpilih dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Selain itu, aspi­rasi masyarakat juga tertampung dan dapat diperjuangkan men­jadi kebijakan.

Baca juga : PUPR Bertekad Kurangi Kemiskinan Ekstrem Di Belawan Medan

“PAN lebih condong ke ter­buka. Sebab, jangan sampai ada bias subyektif karena kedekatan dengan pimpinan partai sehingga menempatkan orang-orang ter­tentu di nomor-nomor satu. Dan orang yang berseberangan dalam hal kepentingan diberi nomor sepatu nomor akhir,” tuturnya.

Bagi PAN, sistem terbuka, membangun keterpilihan yang adil. Caleg bekerja keras, hasil­nya sesuai dengan perjuangan­nya. Karena mendapatkan suara terbanyak maka yang bersang­kutan berhak atas kursi.

Baca juga : TGIPF Kantongi Barang Bukti Penting Dari Tim Gabungan Aremania

Sebelumnya, saat sekolah poli­tik PDI Perjuangan bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto me­nyampaikan usulan sistem pemilu proporsional tertutup. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.