Dewan Pers

Dark/Light Mode

Deklarasi KTT G20 Disahkan, Rusia Diminta Segera Minggat Dari Ukraina

Rabu, 16 November 2022 14:57 WIB
Presiden Jokowi diapit Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani, dalam pertemuan sesi terakhir G20 di Bali, Rabu (16/11). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi diapit Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani, dalam pertemuan sesi terakhir G20 di Bali, Rabu (16/11). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 akhirnya menghasilkan Deklarasi Pimpinan (Leaders' Declaration) atau Komunike. Deklarasi Pimpinan ini diberi nama G20 Bali Leaders Declaration.

Hasil ini diumumkan pada hari terakhir KTT G20 pada hari ini, Rabu (16/11), di tengah berlangsungnya pertemuan sesi terakhir yang dipimpin Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Alhamdulillah kita mengadopsi dan mengesahkan G20 Bali Leaders Declaration," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai pertemuan, Rabu (16/11).

Selama setahun Presidensi Indonesia, berbagai pertemuan dilangsungkan, tapi tidak pernah mencapai titik temu. Karena itu, tidak sedikit yang meragukan pertemuan kali ini bisa membuahkan hasil.

Berita Terkait : Biden Hormat Dan Berlari Nyamperin Jokowi

"Ini adalah deklarasi pertama yang bisa diwujudkan sejak Februari 2022," imbuhnya.

Jokowi menjelaskan, KTT G20 dimulai dengan keinginan untuk menyatukan harapan semua negara di dunia, mewujudkan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 dan berbagai tantangan lainnya.

"Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua yang hadir dan memberikan fleksibilitasnya sehingga deklarasi bisa disepakati dan disahkan," tandas Jokowi.

Dokumen Leaders' Declaration KTT G20 Bali ini sudah diunggah dan dibagikan ke media. Dokumen yang berisi 1.186 halaman ini memuat 52 poin utama dari sikap pemimpin G20 dalam pertemuan dua hari terakhir.

Berita Terkait : Lavrov Tegaskan, Rusia Tak Pernah Tolak Negosiasi Dengan Ukraina

Di antaranya menyatakan, sebagian besar anggota mengutuk keras perang di Ukraina. Mereka meminta Rusia minggat dari Ukraina. 

"Kami menegaskan kembali posisi kami yang menyesalkan dengan sangat keras agresi oleh Federasi Rusia terhadap Ukraina dan menuntut penarikan penuh dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina," demikian salah satu poin dalam deklarasi ini. 

Anggota juga menekankan bahwa perang ini menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa dan memperburuk situasi ekonomi global yang sedang rapuh.

"Tahun ini kita menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global, menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kerawanan energi dan pangan hingga risiko stabilitas keuangan," tambahnya. 

Berita Terkait : Hadiri KTT G20, PM India Narendra Modi Mendarat di Bali

G20 pun mendesak seluruh negara menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral guna menjamin perdamaian dan stabilitas.
 Selanjutnya