Dewan Pers

Dark/Light Mode

Deklarasi 10 November Ditentang

Poros Gondangdia Tak Bubar Di Tengah Jalan

Rabu, 2 November 2022 07:35 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana Partai NasDem mendeklarasikan Capres dan Cawapres 2024 pada 10 November 2022. Pasalnya, sekalipun disatukan dengan Anies Baswedan sebagai Capres, nama Cawapresnya belum disepakati.

Apalagi, PKS tengah mempromosikan Wakil Ketua Majelis Syuronya, Ahmad Heryawan sebagai Cawapresnya Anies, sementara Partai Demokrat menjagokan Ketumnya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Apakah rencana koalisi PKS-Demokrat-NasDem terancam bubar jalan?

“Tidak bubar. Hanya perlu waktu untuk pematangan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : SIM Keliling Bekasi 1 November, Hadir Di Mega Hypermall

Vokalis Fraksi PKS di Senayan ini mengamini, ihwal komposisi Pilpres 2024 ma­sih digodok tim kecil ketiga partai di Poros Gondangdia. Jadi, belum waktunya bagi partai manapun termasuk NasDem untuk mendeklarasi­kan Capres-Cawapres dalam waktu dekat.

Agar lebih matang dan solid, dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk pembahasan. Tidak hanya bersatu, komposi­si duet Pilpres nanti juga harus bisa membawa kemenangan. “Makanya perlu waktu,” pung­kasnya.

Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid menegaskan partainya menolak rencana NasDem tersebut. Sebab, masih ada pekerjaan rumah tim kecil dari ketiga partai. Pertama, ih­wal platform perjuangan, desain Pemerintahan ke depan, hingga strategi pemenangan.

Berita Terkait : Poros Gondangdia Bentuk Tim Kecil Godok Cawapres

“Yang paling krusial dalam pembahasan tim kecil nanti, yaitu menentukan sosok capres-cawapres yang akan di­usung nanti. Ini harus kita tuntaskan dahulu, sebelum kita bicara waktu deklarasi,” ujarnya Kholid, kemarin.

PKS, kata dia, tengah mem­perjuangkan amanah musyawarah Majelis Syuro partainya yang mengajukan Ahmad Heryawan sebagai pendamping Anies di Pilpres 2024. Tentu, partainya menghormati cawapres yang diusung dari partai lainnya, seperti AHY dari Partai Demokrat. “Kami DPP PKS akan melaporkan ke Majelis Syuro dan kami akan menunggu keputusan terkait koalisi capres dan cawapres,” pungkasnya.

Hal senada diungkap­kan Partai Demokrat. Partai berlambang bintang mercy itu jugada sedang mendiskusi­kan secara internal termasuk juga dengan tim kecil ihwal rencana deklarasi Capres-Cawapres yang dilakukan Partai NasDem.

Berita Terkait : Wamendag Pede Perdagangan Makin Kuat Di Tengah Ancaman Resesi

“Kami pun saling menghormati mekanisme internal masing-masing. Sehingga, setiap anggota bisa bebas berpendapat dan mengambil sikap masing-masing,” ujar Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, peristiwa ini adalah dinamika berdemokra­si. Di mana, masing-masing partai ingin memberikan yang terbaik. Tentu, nantinya akan muncul keputusan bersama yang membawa kemajuan untuk bangsa.

“Inilah indahnya rencana koalisi perubahan. Aspirasi, harapan, usulan bisa disampai­kan dengan bebas dan terbuka. Namun, tetap menghormati kemandirian dan indepen­densi masing-masing partai. Dan, semuanya didasarkan kesepakatan bersama,” pung­kasnya. ■