Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ini Klarifikasi Kang Emil, Soal SDN Pondok Cina 1 Yang Mau Disulap Jadi Masjid Agung

Kamis, 17 November 2022 15:51 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Instagram)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluruskan berita tentang pernyataan Wali Kota Depok Muhammad Idris, yang menyebut perencanaan alih fungsi lahan SDN Pondok Cina 1 untuk pembangunan masjid agung, bermula dari permintaan dirinya.

"Pak Gubernur ingin sekali mengakomodir orang-orang Depok, yang katanya susah nyari masjid untuk shalat, kalau pulang kerja," kata Idris kepada wartawan, Selasa (15/11).

Idris juga mengaku diperintah Kang Emil, agar mencari lahan kosong yang strategis, untuk pembangunan masjid agung. 

Berita Terkait : Antrean Kuota Haji Reguler Mau Diubah Jadi Nasional

Selain itu, Kang Emil juga disebut meminta aset Pemkot Depok yang bisa dialihfungsikan untuk pembangunan masjid tersebut.

"Ini perlu diluruskan, agar tidak terjadi mispersepsi. Kasus ini, sebenarnya sederhana. Pemerintah Provinsi Jabar, kapasitasnya hanya menampung aspirasi daerah. Mau Alun-alun silakan, mau pariwisata, gedung kesenian maupun masjid/rumah ibadah, silakan," papar Kang Emil via akun Instagramnya, Kamis (17/11).

"Rumusnya sederhana saja. Jika anggaran bantuan datang dari provinsi, maka tugas kota/kabupaten lah menyediakan lahannya dengan baik dan aman. Itulah yang terjadi dalam situasi rencana pembangunan masjid di lahan SD Pondok Cina 1," imbuhnya.

Berita Terkait : HISNU Doakan Ganjar Jadi Presiden 2024

Kang Emil menuturkan, selama ini, pihak Pemprov menerima laporan dari Pemkot Depok, bahwa lahan sudah aman terkendali. Sudah ada rencana relokasi untuk Sekolah Dasar tersebut.

Dia mengaku sempat bertanya kepada Pemkot Depok, kenapa harus direlokasi?

Pemkot Depok kemudian menjawab, lalu lintas saat ini sudah sangat padat. Rawan kecelakaan bagi anak-anak SD yang bersekolah di sana.

Berita Terkait : Perindo Yakin Naik Kelas

"Jadi, jika lahan memang belum clean and clear untuk alih fungsi, sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu. Sampai semua pihak menerima. Jika tidak, maka niat membangun masjid bisa pindah lokasi. Bisa juga tidak jadi dibangun atau dibatalkan," pungkas Kang Emil. ■