Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belum Satu Suara Dengan Prabowo

Imin: Kami Sama-sama Ingin Jadi Calon Presiden

Selasa, 22 November 2022 06:50 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa).
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski sering bertemu dan sering mengumbar kemesraan, ternyata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Imin belum satu suara dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam menatap Pilpres 2024. Salah satu penyebabnya, Prabowo dan Imin sama-sama ingin menjadi capres.

Atas hal itu, koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, yang diusung Gerindra dan PKB, belum dapat memastikan kapan akan mendeklarasikan capresnya. Menurut Imin, dirinya harus duduk berdua dulu dengan Prabowo untuk membicarakan hal ini.

"Kami akan duduk berdua, karena sampai detik ini masing-masing ngotot jadi capres," katanya, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, kemarin.

Berita Terkait : Survei INES: Pemilih Cerdas Inginkan Airlangga Presiden

Imin beralasan, keputusan dirinya sebagai capres merupakan hasil muktamar. "Saya diberi mandat oleh muktamar PKB untuk capres, bukan cawapres," tuturnya.

Jika PKB mengalah dalam koalisi, dan mempersilakan partai lain mengusung capres, keputusan muktamar tersebut harus diubah terlebih dahulu. Caranya, PKB bisa menggelar muktamar kembali.

"Ya, kalau nanti negosiasi terjadi perkembangan, baru saya bikin muktamar untuk mengubah itu," ucap Muhaimin.

Berita Terkait : Menhan Prabowo Dukung Kerja Sama Antarnegara Di Industri Pertahanan Nasional

"Ya pokoknya kita harus menentukan pilihan itu di momentum yang tepat. Dan diskusinya memang belum tuntas. Kita internal berdua juga belum sepakat, untuk satu nama capres," kata Imin, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, kemarin.

Bukan hanya belum memiliki capres. Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya juga masih menunggu partai lain, yang katanya bakal bergabung. Sayangnya, Imin enggan menyebut partai yang dimaksud. Saat ditanya apakah partai yang dimaksud adalah PDIP, ia justru mengelak.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, sampai saat ini, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya belum membicarakan soal capres. Apalagi cawapres.

Berita Terkait : Kapolri Dan Panglima TNI Ingin KTT G20 Sukses

Muzani lantas mengingatkan soal piagam deklarasi koalisi Gerindra-PKB yang mengakomodasi kewenangan Prabowo dan Imin membicarakan hingga menentukan capres-cawapres. Namun, dua partai bersikukuh mencalonkan tokoh masing-masing sebagai capres.

"Seperti yang saya katakan, Pak Prabowo adalah calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya. Pak Muhaimin adalah calon presiden dari Partai PKB," tegas Muzani.
 Selanjutnya