Dewan Pers

Dark/Light Mode

Berkunjung Ke Pusat Gempa Cianjur

Presiden Jokowi Janjikan Segera Rehabilitasi Rumah Warga Yang Roboh

Kamis, 24 November 2022 18:01 WIB
Presiden Jokowi meninjau langsung titik pusat gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Jokowi meninjau langsung titik pusat gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai mengunjungi beberapa lokasi terdampak gempa bumi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung Kecamatan Cugenang, dalam kunjungannya ke Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (24/11). Kawasan tersebut diketahui merupakan titik pusat gempa yang melanda Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) lalu.

“Ini adalah episentrumnya dan yang paling parah, terutama untuk rumah-rumah yang roboh yang paling banyak adalah di sini. Yang meninggal pun, yang banyak juga di sini,” ujar Presiden dalam keterangannya di Kampung Munjul, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.

Berita Terkait : UKM Sahabat Sandi Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Presiden Jokowi menegaskan bahwa rehabilitasi bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan akan segera dilakukan pemerintah setelah proses evakuasi dan distribusi bantuan selesai dengan baik.

“Yang paling penting setelah nanti evakuasi ini selesai, distribusi bantuan sudah bisa menjangkau ke semua lokasi, baru babak berikutnya adalah rehabilitasi untuk rumah-rumah yang roboh berat, sedang, maupun yang ringan,” tuturnya.

Berita Terkait : Menkes: Yang Dirawat, Jangan Sampai Ada Yang Meninggal

Terkait skema bantuan yang diberikan pemerintah, Presiden mengatakan bahwa pemerintah tidak akan terpaku pada satu skema. Pemerintah akan menyerahkan langsung kepada masyarakat untuk memilih skema mana yang dinilai dapat mempercepat proses rehabilitasi.

“Ada yang nanti dibangun oleh Kementerian PU, ada yang juga dibangun dibantu oleh TNI, ada juga yang diserahkan kalau memang itu bisa mempercepat. Kita tidak terpaku pada satu skema,” ucap Presiden.