Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Catatan Prof Tjandra
KLB Polio, VDPV2, Dan Vaksinasi nOPV2
Minggu, 27 November 2022 22:20 WIB
Sebelumnya
Untuk negara kita, sebelum yang di Aceh ini, maka pernah terjadi KLB VDPV (walaupun tipe 1) di Papua, yang masuk dalam "Disease Outbreak News (DONs)" WHO pada 27
Februari 2019, pada saat saya bertugas sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara. Pada saat itu ada dua kasus terinfeksi "circulating vaccine-derived poliovirus type 1 (cVDPV1)" di Papua yang keduanya virusnya berhubungan secara genetik ("genetically-linked VDPV1 viruses").
Ini memang syarat seperti ini diperlukan untuk melihat adanya penularan di masyarakat. Kasus pertama anak dengan kelumpuhan jenis "acute flaccid paralysis (AFP)" yang bermula pada 27 November 2018.
Baca juga : Basarah: Prof. Haedar Pemimpin Sejuk Dan Mengayomi
Kasus kedua adalah anak lain yang sehat tapi kontak di masyarakat ("healthy community contact") di mana pada tinjanya yang didapat pada 24 Januari 2019 ternyata positif VDPV.
Lokasi tinggal kasus ke dua adalah di desa terpencil berjarak 3-4 km dari kasus pertama. KLB polio VDPV1 di Papua ini berhasil kita atasi pada 16 Juni 2020.
Tentu sekarang harus dilakukan upaya maksimal agar kasus di Aceh tidaklah merebak luas, dan pada waktunya kelak KLB akan dapat diakhiri.
Baca juga : Canangkan Kerja Politik Modern, KIB Diapresiasi
Ada dua hal yang harus dilakukan sekarang di Aceh dan mungkin juga daerah lain yang berbatasan langsung yang mungkin ada potensi penularan pula.
Pertama, harus dilakukan surveilans dalam 2 bentuknya, yaitu surveilan kalau ada kasus AFP untuk menemukan kemungkinan kasus, dan juga surveilan lingkungan, untuk mencari VDPV di lingkungan.
Sementara kedua, segera melakukan vaksinasi. Menurut berita, Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat akan melakukan vaksinasi masal polio di Kabupaten Pidie pada 28 November 2022.
Baca juga : Prof. Tjandra: Tolong, Masukkan Vaksin Bivalen Untuk Booster
Ini akan merupakan putaran pertama, dan akan dilanjutkan dengan putaran selanjutnya di Aceh dan mungkin juga sekitarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya