Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Politisi PKS itu mengatakan, jika melihat kondisi ekonomi negara-negara lain yang belum stabil akibat pandemi, serapan kuota haji dari negara lain diprediksi tidak akan maksimal. Itu yang terjadi pada penyelenggaraan haji tahun lalu.
Ketika serapan tidak maksimal, akhirnya Saudi menawarkan kuota tambahan di last minutes keberangkatan, yang sayangnya belum bisa dimanfaatkan Indonesia. Meski demikian, untuk memperoleh kuota yang tidak terserap oleh negara lain tersebut bukanlah perkara mudah. Perlu ada strategi lobi yang tepat.
Baca juga : Pras Dan Nuri Taher Komit Perkuat Peran Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi
“Arab Saudi merupakan negara kerajaan. Setiap penyelenggara pemerintahannya patuh pada semua perintah rajanya. Artinya, lobi-lobi yang dilakukan pada level kementerian pun kadang belum bisa menentukan kebijakan,” bebernya.
Ketua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur menganggap info dari Menag sebagai kabar gembira bagi Muslim Indonesia. Setelah dua tahun haji ditiadakan dari Indonesia, tahun lalu, jamaah asal Indonesia hanya diberikan kuota 45 persen.
Baca juga : Anwar: Menteri Malaysia Rela Potong Gaji 20 Persen, Ditinjau 3 Tahun Lagi
Tentunya, kuota haji penuh alias 100 perse, akan sangat membantu mengurai antrean panjang jemaah haji di tanah air. Menurutnya, akan lebih baik lagi, kalau pemerintah bisa meyakinkan Saudi untuk memberikan tambahan lagi di luar kuota 100 persen.
“AMPHURI siap dan menyambut baik kebijakan Kerajaan Saudi Arabia untuk memberikan kuota penuh 100 persen bagi Indonesia,” harapnya.
Baca juga : Tjiwi Kimia Masuk Jajaran 50 Perusahaan Publik Terbaik
AMPHURI berharap semua kuota yang diberikan oleh pemerintahan Saudi dapat terisi penuh dan siap memenuhi sisa kuota haji yang terjadi di last minute sebelum keberangkatan. “Amphuri berharap dapat Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) diberikan proritas untuk memenuhi setiap tambahan kuota tahun ini, dan sangat menyayangkan ketidak mampuan kita memenuhi tambahan kuota tahun lalu,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya