Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penyediaan Layanan Internet Untuk Daerah 3T Harus Efektif Dan Tepat Sasaran

Selasa, 17 Januari 2023 09:55 WIB
Teknisi melakukan perawatan perangkat jaringan telekomunikasi di kawasan Megamendung, Bogor, di kawasan Megamendung, Bogor, Selasa (30/8). Pasca resmi merger, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengintegrasikan lebih dari 43 ribu pemancar jaringan (sites) di seluruh Indonesia dengan menggunakan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN). Upaya tersebut demi menghadirkan koneksi yang lebih cepat. (Foto: MOHAMAD QORI/RM)
Teknisi melakukan perawatan perangkat jaringan telekomunikasi di kawasan Megamendung, Bogor, di kawasan Megamendung, Bogor, Selasa (30/8). Pasca resmi merger, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengintegrasikan lebih dari 43 ribu pemancar jaringan (sites) di seluruh Indonesia dengan menggunakan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN). Upaya tersebut demi menghadirkan koneksi yang lebih cepat. (Foto: MOHAMAD QORI/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Center For Budget Analysis (CBA) mendorong Pemerintah melakukan audit ulang proyek penyediaan jaringan internet di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang menggunakan dana Universal Service Obligation (USO).

"Anggaran yang dikeluarkan Negara untuk menyediakan layanan telekomunikasi bagi masyarakat di daerah 3T dapat efektif dan tepat sasaran," kata  Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya, Selasa (17/1).

Berita Terkait : Erick: NU Dan Indonesia Harus Bisa Bersaing Dengan Bangsa Lain

Sebelumnya Uchok pernah mengkritisi proyek pengadaan Satelit Satria (Satelit Indonesia Raya) serta satelit cadangan Satria, Hot Backup Satelit. Uchok pernah mengatakan, mega proyek ini sangat rawan penyimpangan.

Menurutnya, dengan metode pemilihan penyedia dikecualikan, mega proyek Satelit Satria dan Hot Backup Satelit sangat tertutup dan luput dari pantauan publik.

Berita Terkait : Kementan Klaim Ketersediaan Pangan Ternak Saat Natal Dan Tahun Baru Aman

"Saya pernah menyampaikan harusnya proyek satelit Satria dibatalkan saja. Namun kenyataannya proyek tersebut terus berjalan,"ucap Uchok.

Dalam proyek satelit HBS (Hot Backup Satelit), BAKTI Kominfo menetapkan pagu Rp 3.975.687.100.000. Di tengah perjalanan anggaran proyek satelit HBS mengalami kenaikan fantastis sebesar Rp 1,3 triliun, menjadi Rp 5,2 triliun, kenaikan kebutuhan anggaran tersebut sudah jauh melampaui batas kemampuan pendanaan oleh BAKTI.

Berita Terkait : Insentif Kendaraan Listrik Harus Tepat Sasaran