Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kowani Perjuangkan Pemberdayaan Perempuan Di Forum Internasional

Selasa, 24 Januari 2023 21:33 WIB
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo memberikan cinderamata kepada First Lady Iran Jamileh Alamolhoda saat pertemuan internasional The First International Congress for Women Influence (ICWI) di Teheran Iran, Senin (23/1). (Foto: Ist)
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo memberikan cinderamata kepada First Lady Iran Jamileh Alamolhoda saat pertemuan internasional The First International Congress for Women Influence (ICWI) di Teheran Iran, Senin (23/1). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto mengisahkan pengalamannya pada pertemuan The First International Congress for Women of Influence (ICWI) di Teheran, Iran baru-baru ini.

Giwo menyebut, dalam pertemuan bertaraf internasional antar istri pimpinan negara itu, para menteri dan para tokoh perempuan itu merupakan kesempatan yang berharga bagi Kowani yang dipimpinnya.

"Lebih istimewa lagi buat saya pribadi, itu peristiwa yang tidak terlupakan. Dengan pertemuan ini, kami berharap dapat berkolaborasi bersama dan meningkatkan hubungan, khususnya pada bidang pemberdayaan perempuan," Giwo Rubianto Wiyogo melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, dikutip Selasa (24/1).

Berita Terkait : Ridwan Kamil Mampu Raup Suara Pemilih Muda Dan Perempuan

Seperti diketahui, pertemuan ICWI ini dihadiri sejumlah ibu negara dari berbagai negara di dunia. Antara lain, Iran sebagai tuan rumah, Armenia dan Serbia.

Forum ICWI tersebut juga diikuti para perempuan yang memiliki pengaruh dari berbagai latar belakang budaya dari 28 negara.

Presiden Iran Ebrahim Raisi membagikan pengalaman berharga dalam pertemuan ICWI, terutama di berbagai bidang terkait dengan hak perempuan setelah Revolusi Iran.

Berita Terkait : Kartu Jateng Sejahtera Rintisan Ganjar Pranowo Jadi Solusi Atasi Kemiskinan

Di Iran, terdapat lebih dari 30 persen profesor perempuan di perguruan tinggi. Selain itu, lebih dari 34 persen ahli di bidang kesehatan dan pengobatan adalah para perempuan.

Giwo Rubianto menyatakan harapannya, melalui pertemuan ICWI dapat meningkatkan hubungan kedua belah pihak, khususnya pada bidang pemberdayaan perempuan.

"Dalam pertemuan ini, kami bersama dengan perempuan berpengaruh dari berbagai negara berdiskusi satu sama lain. Berbagi kondisi yang ada di negara masing-masing, pengalaman, strategi, dan terus berjuang bersama untuk kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan bagi perempuan," bebernya.

Berita Terkait : HUT Ke-13, Bukalapak Berdayakan Lebih Dari 22 juta UMKM Di Seluruh Indonesia

Melalui kongres internasional tersebut, Kowani mempromosikan keadilan, pemahaman, serta pertukaran budaya yang bertujuan meningkatkan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.
 Selanjutnya