Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dalam pertemuan itu dibicarakan soal niat dan upaya Sandiaga menjadi capres dari Partai Gerindra. Padahal, saat itu Gerindra telah menetapkan Prabowo sebagai capresnya. Setelah itu, Sandi pun mengurungkan niatnya dalam pertemuan berikutnya.
Lalu bagimana tanggapan Sandiaga. Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu secara normatif menjelaskan, bakal menyampaikan aspirasi PPP itu kepada Prabowo Subianto. Pasalnya, parpol yang memiliki kewenangan mengambil keputusan strategis.
Baca juga : Mardiono: Punya 1.000 Amran, Persoalan Bangsa Bakal Beres
“Saya sebagai kader, saya hormat dan tegak lurus pada arahan pimpinan dan memang itulah fatsun politik,” kata Sandiaga.
Sandiaga juga membantah testimoni Rachland. Dia mengaku memang meminta dan mendapat dukungan dari Demokrat tetapi dalam posisinya mendampingi Prabowo Subianto sebagai Cawapres.
Baca juga : Ketua MPR Dukung Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad pun mengaku tidak pernah mendengar Sandiaga minta izin maupun mendengar Prabowo memberikan izin ihwal rencana gabung ke PPP. Demikian juga dengan testimoni yang diungkapkan Rachland. Sementara itu peneliti Indikator Politik Indonesia (IPI) Bawono Kumoro menilai, lontaran-lontaran pernyataan dan manuver Sandiaga belakangan ini seakan menunjukkan pribadi lain dari seorang Sandiaga.
“Apakah melalui serangan terhadap Anies ini Sandiaga seolah ingin menunjukkan dia kader patuh dan anak penurut atau good boy?” kata Bawono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Prabowo Izinkan Sandi Hadiri Acara PPP, Bukan Bergabung
Dikatakan, polemik Sandiaga itu akan membuat namanya terus menjadi perbincangan. Ini menjaga asa Sandiaga untuk terus running menuju 2024.
Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPP, Achmad Baidowi meluruskan informasi yang menyebutkan Prabowo mengizinkan Sandiaga bergabung dengan PPP. Hal itu dalam konteks izin hadir di acara PPP di Sulawesi Selatan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya