Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan membuka penyelidikan dugaan korupsi dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta.
Dikonfirmasi soal itu, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri tidak membantah atau mengiyakan. Namun, dia mengakui, komisi antirasuah mengikuti informasi tentang dugaan korupsi tersebut.
Baca juga : Menkeu Sudah Siapkan Separuh Biaya Pemilu
"Jadi, kami juga mengikuti informasi itu. Tentu, yang bisa kemudian kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kerja-kerja KPK adalah pada proses penyidikan dan juga penuntutan," ujar Ali, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/2).
Dia mengingatkan, informasi yang merupakan bagian dari strategi penyidikan dan penuntutan tidak bisa disampaikan.
Baca juga : KPK Sidik Korupsi Pengadaan Benih Bawang Merah Di NTT
"Harapannya tentu agar tidak mengganggu pada proses penyidikan dan penuntutan tersebut," bebernya.
"Itu saja yang bisa saya sampaikan, saya kira teman-teman sudah bisa menyimpulkan apa yang kemudian kami sampaikan. Ketika proses penyidikan dan penuntutan pasti kami akan sampaikan nanti," tandas Ali.
Baca juga : KPK Tambah Personel Penyelidik Dan Penyidik Dari Polri
Diketahui, beredar kabar di media sosial adanya kasus dugaan korupsi pengadaan bansos di DKI Jakarta. Kabar itu diramaikan akun Twitter Kurawa.
Ia meminta KPK segera mengamankan bukti terkait dugaan korupsi beras bansos DKI 2020 itu. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya