Dark/Light Mode

Dirasakan Warga, Proyek Jembatan Gantung Bitung 100 Persen TKDN

Rabu, 18 Januari 2023 23:14 WIB
Rampung, Jembatan Gantung Manembonembo-Girian Bawa sudah beroperasi.
Rampung, Jembatan Gantung Manembonembo-Girian Bawa sudah beroperasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan Jembatan Gantung Manembonembo-Girian Bawah yang telah selesai dibangun pada tahun 2022 lalu di Kota Bitung, Sulawesi Utara. 

Menteri dari PDI Perjuanga ini mengatakan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan salah satu infrastruktur kerakyatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat karena akan mempermudah akses warga antar Desa Manembonembo dan Desa Girian Bawah. 

Baca juga : Telah Dinyatakan Sehat, Lukas Enembe Langsung Diperiksa KPK

"Alhamdulillah, sudah dapat diselesaikan dalam waktu lima bulan jembatan gantung ini dengan menggunakan produksi dalam negeri (TKDN) dan melibatkan kontraktor lokal. Jembatan ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Manembonembo dan Girian Bawah, saya harapkan bisa dimanfaatkan dan dijaga lebih baik," kata Basuki, Rabu (18/1).

Menteri dua periode ini mengatakan, pembangunan jembatan gantung akan memudahkan pergerakan dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh karena terpisah oleh kondisi geografis, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai. 

Baca juga : Tak Ada Pembatasan Umur, PKB Pastikan Kuota Haji 100 Persen

"Hadirnya jembatan gantung mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat desa menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” katanya.

Ditambahkan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Hendro Satrio Muhammad, pembangunan Jembatan Gantung Manembonembo-Girian Bawah merupakan bantuan Pemerintah Pusat 

Baca juga : Pemerintah Proyeksikan Ekspor Tahun Ini Tumbuh 12,8 Persen

"Pembangunan Jembatan Gantung dimulai sejak pertengahan tahun 2022 pada bulan Agustus sesuai kontrak dan selesai pada Desember 2022. Saat ini, sudah beroperasi dimanfaatkan oleh masyarakat. Dulu masyarakat harus memutar jauh atau menyebrang sungai," kata Hendro. 

Nilai kontrak pembangunan jembatan gantung sepanjang 42 meter dengan lebar 1,8 m tersebut sebesar Rp 4,1 miliar. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor lokal CV Amin Anugerah dan konsultan pengawas PT Fendel Structure Engineering-PT Laras Sembada (KSO).■
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.