Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Marwata Dan Rafael Seangkatan Di STAN
KPK Minta Tidak Dicurigai
Jumat, 17 Maret 2023 08:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata dan eks pejabat Pajak, Rafael Alun Trisambodo (RAT) ternyata satu angkatan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Keduanya sama-sama lulus pada 1986. KPK pun meminta tak dicurigai.
Alex mengaku kenal baik dengan Rafael. Tapi dia memastikan, hubungan itu tidak akan mempengaruhi penyelidikan dugaan korupsi terhadap ayah kandung Mario Dandy Satriyo itu.
“Penyelidik atau penyidik KPK profesional. Pimpinan tidak akan intervensi," kata Alex kepada wartawan, kemarin.
Alex menambahkan, kedekatannya dengan Rafael sudah disampaikan kepada empat pimpinan lain sebelum kasusnya naik ke tahap penyelidikan. Yakni, ketika tim KPK melakukan klarifikasi terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Rafael, yang dinilai tidak sesuai profilnya.
Kedekatan antara pimpinan dengan terperiksa juga diungkap Alex bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, dia juga punya teman satu angkatan yang berurusan dengan KPK. Tapi tidak disebutkan siapa orangnya.
“Sebelum perkara RAT, ada tiga orang teman angkatan saya yang diproses di KPK di era kepemimpinan sebelumnya," ujarnya.
Dia menilai, setiap pihak yang berurusan dengan KPK akan diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sehingga sikap KPK dapat dipastikan independen dan tidak bisa di intervensi siapapun.
Baca juga : Draft RUU Kesehatan Sudah Di Tangan Pemerintah, Partisipasi Publik Ditunggu
“Nggak ada benturan kepentingan. Saya nggak ada hubungan bisnis dengan yang bersangkutan," pungkas Alex.
Hal senada dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri. Dia menjelaskan, setiap keputusan yang diambil pimpinan memiliki landasan kolektif kolegial. Sehingga, satu orang pimpinan tidak akan bisa menentukan arah penyelidikan.
Menurutnya, kerja-kerja KPK selalu dalam bentuk team work dan tersistem, termasuk para pimpinan KPK yang berjumlah 5 orang.
Dalam mengambil keputusan, Ali mengatakan, hasilnya dipastikan tidak ada muatan konflik kepentingan dengan terperiksa. Artinya setiap keputusan akan dilakukan dengan pendapat masing-masing pimpinan secara bebas.
“Jadi tidak pernah ditentukan dan diputuskan oleh hanya salah satu pimpinan saja,” jelas Ali.
Ali juga mengatakan, setiap pimpinan KPK tidak bisa menghindar, ketika ada terperiksa yang memiliki hubungan di masa lalu. Entah itu teman satu kampus, satu angkatan, atau bahkan ada hubungan kekerabatan. Itu karena insan KPK merupakan makhluk sosial.
Juru bicara berlatar jaksa ini juga menambahkan, ketika pengambilan sebuah keputusan ada potensi benturan kepentingan dengan insan KPK, maka yang bersangkutan tidak akan ikut serta dalam proses pengambilan suara. Oleh karenanya dia meminta masyarakat tidak mencurigai proses penyelidikan terhadap Rafael Alun. Sebab seluruh pegawai KPK telah memahami aturan yang berlaku.
Baca juga : Di Papua, TNI Ogah Direcokin Asing
“Kami pastikan, penyelesaian setiap kasus di KPK dilakukan secara profesional dalam sebuah sistem kelembagaan dengan mekanisme yang ketat dan terukur,” tandasnya.
Isu kedekatan Alex dengan Rafael dibongkar olej peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana. Dia menyebut, ada potensi benturan kepentingan karena Rafael satu angkatan dengan Alexander Marwata.
Atas dasar itu, dia menilai, tidak menutup kemungkinan pengusutan Rafael tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kurnia pun mendesak, Alex untuk mendeklarasikan potensi benturan kepentingannya. Baik itu kepada masyarakat, pimpinan KPK lainnya dan Dewan Pengawas (Dewas).
Jika empat pimpinan KPK lainnya dan Dewas menilai ada potensi benturan kepentingan yang bisa berdampak terhadap netralitas pekerjaan, maka Kurnia meminta agar pelaksanaan tugas Alex dibatasi. “Terutama di ranah penindakan," tandasnya.
Sementara itu, KPK terus memeriksa saksi-saksi terkait penyelidikan dugaan korupsi Rafael Alun. Terbaru, penyelidik memeriksa Kepala Kantor Pajak Madya Jakarta Timur (Jaktim) Wahono Saputro. Kedatangan Wahono ke Gedung Merah Putih KPK, merupakan yang kedua. Pertama kali dia diundang untuk memberi klarifikasi terhadap LHKPN miliknya. Sekarang, dia diperiksa sebagai saksi.
Salah satu materi yang didalami adalah keikutsertaan istri Wahono Saputro dalam susunan kepemilikan saham, di dua perusahaan istri Rafael. Tak hanya itu, tim juga mengonfirmasi Wahono Saputro soal asal-usul sumber kekayaannya. KPK curigai, sumber dana Wahono yang mencapai angka Rp 14,3 miliar bukan hanya berasal dari gajinya sebagai pejabat negara.
Selain itu KPK juga terus melakukan klarifikasi terhadap harta-harta yang viral di berbagai platform media sosial, yang dikaitkan dengan saudara Wahono maupun keluarganya.
Baca juga : Teten Dan Mahfud Kawal Proses Kasasi Kasus KSP Indosurya
“Seperti rumah, kendaraan, dan berbagai aksesoris pribadi lainnya," ujar Pelaksana tugas Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati Kuding, kemarin.
Diketahui Rafael Alun menjadi sorotan setelah anaknya, Mario Dandy, menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap David Ozora. Harta Rafael yang berjumlah Rp 56 miliar dalam LHKPN 2021 dinilai tak sesuai profilnya selaku ASN.
Salah satu yang disorot publik ialah ketiadaan mobil Rubicon dan motor Harley-Davidson dalam LHKPN Rafael. Padahal, Mario Dandy sering memamerkan mobil dan moge itu di media sosialnya.
KPK pun memanggil Rafael untuk klarifikasi. Setelah itu, KPK menyatakan membuka penyelidikan soal dugaan korupsi Rafael. KPK mengusut ada tidaknya suap atau gratifikasi yang diduga diterima Rafael.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya