Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Mentan Kawal Presiden Pantau Percepatan Tanam Padi Di Tuban

Kamis, 6 April 2023 14:50 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan tanam padi di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/4). (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan tanam padi di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/4). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan tanam padi di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Penanaman padi ini merupakan upaya dalam mendorong percepatan tanam kembali setelah panen sehingga ketersediaan beras nasional semakin tangguh dalam kondisi apapun.

"Hari ini kita mulai menanam seperti di daerah-daerah lain, setelah panen tidak diberi jeda karena air masih banyak, segera ditanam. Dan yang saya senang di sini memakai pupuk organik yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia. Sudah tiga tahun, kurang lebih 1.000 hektar semuanya organik. Biaya untuk pupuknya yang biasanya per hekaknya bisa Rp 5 sampai Rp 6 juta per hektar, disini hanya Rp 100 sampai Rp 500 ribu per hektar," demikian dikatakan Presiden usai melakukan tanam padi tersebut, Kamis (6/4). 

Selain percepatan tanam usai panen, Presiden pun mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik sehingga tidak bergantung pada pupuk kimia, industri pupuk kimia dan tidak tergantung pada impor bahan baku pupuk kimia yang sekarang ini terjadi akibat terjadi ketegangan Rusia-Ukraina.

Penggunaan pupuk organik pun memberikan manfaat untuk memperbaiki lingkungan dan ekosistem.

Baca juga : Ganjar Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

"Ini saya kira kalau dikembangkan di daerah lain akan banyak mengurangi cost yang dikeluarkan petani dan tidak ketergantungan kepada pupuk sehingga jangan sampai ada keluhan petani, pupuknya sulit, ya memang sulit, semua negara urusan pupuk memang sulit," tuturnya.

"Tetapi ada pilihan-pilihan. Saya kira bagus sekali dan hasilnya diawal memang agak turun sedikit tetapi setelah itu meningkat malahan, ini yang bagus," ucap Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan dalam pengembangan pertanian organik secara luas, telah memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar pengembangan dilakukan di semua provinsi, bukan hanya Jawa Timur tapi juga di Provinsi lain serta Kabupaten yang lain.

Tetapi problemnya petani memang harus memiliki paling tidak satu keluarga itu dua ekor sapi agar dapat membuat pupuk organik secara mandiri.

"Di sini sudah, di daerah lain nanti tugasnya Kementerian Pertanian nanti untuk mencukupi itu sehingga bisa dipakai untuk membikin pupuk organik. Dan yang saya senang juga harga gabah di petani dibanding tahun yang lalu jauh lebih baik pada hari ini sehingga petani mestinya seneng. Harga gabah petani Rp 5.700, tinggi sekali, tahun yang lalu Rp 4.000 hingga Rp 4.200," terangnya.

Baca juga : Pj. Gubernur Heru Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Lebaran

Mentan SYL mengatakan percepatan tanam padi usai panen ini merupakan strategi Presiden Jokowi yang diperintahkan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghadapi dampak El Nina atau kemarau panjang agar produksi dan ketersediaan beras tetap terjaga.

Tak hanya memanfaatkan air, pengembangan program percepatan tanam pun dengan menerapkan pertanian organik.

"Hari ini Bapak Presiden bersama seluruh masyarakat tani yang ada di Tuban, khususnya yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia mencanangkan 1.000 hektar untuk kawasan percepatan tanam untuk musim tanam ke II di lokasi ini. Oleh karena itu dengan hadirnya Bapak Presiden sekaligus melihat ada kegairahan yang sangat serius dari para petani kita di seluruh Indonesia," ujarnya.

Mentan SYL menjelaskan kondisi Indonesia saat ini tengah melangsungkan panen raya padi dan data dari BPS menunjukkan produktivitas padi justru lebih membaik.

Kendati demikian, tidak berarti tidak waspada menghadapi musim tanam berikut yang kemungkinan menghadapi suasana El Nino, kemarau yang panjang.

Baca juga : Calon Presiden KIB Dan KIR Manut Sama Jokowi Aja Deh

"Oleh karena itu kerjasama Kementan, Ditjen Tanaman Pangan dengan SPI (Serikat Petani Indonesia) dan beberapa asosiasi lain, kita akan dorong khususnya dalam menciptakan pupuk pupuk organik yang bisa digunakan dari resource atau sumber daya alam yang ada di sekitar lahan," jelasnya.

"Apa yang diperlihatkan di Tuban ini dimana dengan menggunakan organik produktivitas justru meningkat menjadi bagian yang harus direferensi oleh kita dan secara cepat aka saya coba refleksikan," imbuh SYL.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.