Dark/Light Mode

Presiden Minta Manajemen Mudik Diperbaiki

Rabu, 12 April 2023 08:00 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Merak di Banten untuk memastikan bahwa kesiapan dan desain besar perencanaan arus mudik tahun ini berjalan baik. (Foto: Twitter @jokowi).
Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Merak di Banten untuk memastikan bahwa kesiapan dan desain besar perencanaan arus mudik tahun ini berjalan baik. (Foto: Twitter @jokowi).

 Sebelumnya 
Selanjutnya dalam poin keempat, tercantum: pengaturan pembatasan operasional angkutan barang, tidak berlaku bagi angkutan barang pengangkut: BBM dan BBG, hantaran uang, hewan ternak, pupuk, sepeda motor mudik dan balik gratis, barang pokok terdiri atas beras, tepung terigu/ gandum/ tapioka, jagung, gula, sayur dan buah-buahan, daging, ikan, daging unggas, minyak goreng dan mentega, susu, telur, garam, kedelai, bawang dan cabe.

Sementara air kemasan galon tidak termasuk dalam pengecualian. Padahal, air minum termasuk kebutuhan vital. Tentu ini menjadi pertanyaan, mengapa truk besar boleh membawa BBM, motor, hewan ternak, tapi tidak diizinkan membawa air minum.

Ada tiga asosiasi menyatakan keberatan dan sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan, yakni Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Baca juga : Presiden Minta Lonjakan Pemudik Diantisipasi Dengan Baik

“Masalah seperti ini bukan kami tidak mendukung, tapi air menjadi kebutuhan. Jika distribusi lambat dan kelangkaan, maka harga akan tinggi. Ini akan menjadi masalah besar,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B Sukamdani, Jumat (7/4/2023).

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengingatkan, kebijakan pemerintah dalam menangani pendistribusian komoditi pokok selama masa lebaran tidak boleh diskriminatif. Pelarangan truk sumbu tiga mengangkut air minum galon selama arus mudik bisa berdampak besar. “Kalau kita lihat aturan perdagangan, soal komoditi pokok, harusnya air bisa diangkut. Dan ini tidak boleh diskriminatif,” kata Agus (Sabtu, 8/4/2023). Menurutnya, adalah ambigu di mana air minum dianggap tidak masuk kebutuhan pokok. Padahal, air sangat vital.

Namun polemik ini akhirnya selesai hari ini. Setelah melalui pembahasan dalam rapat terbatas.

Baca juga : Prof Zudan Minta Pelayanan 8 PLBN Di Perbatasan Negara Ditingkatkan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno dalam rilisnya mengatakan, pihaknya berupaya mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada ruas jalan nasional, serta memperlancar lalu lintas pada anggkutan penyebarangan selama masa arus mudik dan arus balik.

“Ditjen Hubdat berterima kasih untuk masukan dan saran dari para pelaku usaha maupun berbagai pihak atas regulasi pembatasan operasional angkutan barang,” katanya.

Melalui regulasi tersebut, Ditjen Hubdat berharap dapat mengakomodir kebutuhan seluruh lapisan masyarakat dan para pengusaha logistik sebagai pengguna jalan.

Baca juga : Garuda Tebar Diskon Tiket Mudik Lebaran

“Pembatasan operasional angkutan barang yang dilakukan selama periode arus mudik dan arus balik angkutan lebaran Tahun 2023/1444 Hijriah ini diharapkan dapat membantu memperlancar arus lalu lintas masyarakat yang akan bepergian demi mencegah adanya penumpukan kendaraan di jalan tol maupun non tol,” harapnya.

Selain itu, pihaknya juga tetap memperhatikan ketersediaan pasokan bahan pokok kebutuhan masyarakat, maka pembatasan operasional angkutan barang tersebut dikecualikan bagi sejumlah truk pengangkut komoditas antara lain BBM, uang, hewan ternak, pupuk, sepeda motor mudik dan balik gratis, hingga bahan makanan seperti beras, tepung, jagung, gula, sayur dan buah, daging, ikan, daging unggas, minyak, susu, telur, garam, kedelai, bawang, maupun cabe.

“Ditjen Hubdat berharap dengan kebijakan ini, maka pengusaha logistik maupun masyarakat pengguna barang dapat mengantisipasi kebutuhannya selama periode libur Lebaran,” katanya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.