Dark/Light Mode

Iftar FPCI-Habib Husein Bahas Visi Lingkungan Capres

Sabtu, 15 April 2023 11:00 WIB
Habib Husein Ja’far Al Hadar (kanan) bersama Pendiri/Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal. [Foto: Dok FPCI]
Habib Husein Ja’far Al Hadar (kanan) bersama Pendiri/Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal. [Foto: Dok FPCI]

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagi Habib Husein Ja’far Al Hadar, soal Calon Presiden (Capres) di Pemilu mendatang, bukan tentang calonnya yang penting. Tapi, nilainya. Apa yang ditawarkan visi-misinya. Salah satunya, nilai lingkungan. “Tanpa kesadaran lingkungan, bisa berantakan ini bangsa," cetus juru dakwah dan konten kreator kelahiran 21 Juni 1988 ini.

Hal ini dinyatakan Sarjana Filsafat Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu, saat menjadi pembicara di acara Iftar (Buka Puasa) bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat, 14 April 2023.

Yang harus dicek dari para Capres 2024, lanjut, adalah soal kesadaran lingkungan. “Ketika mereka mencalonkan diri menjadi pemimpin, mereka tidak memiliki hanya kesadaran tapi visi untu iklim dan lingkungan,” tegas penulis buku “Menyegarkan Islam Kita” dan “Tuhan ada di Hatimu” itu. “

Iftar (Buka Puasa) Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar, Jumat, 14 April 2023 di Jakarta. [Foto: Dok FPCI]

Saya tidak peduli siapa yang dicalonkan (menjadi Presiden). Saya peduli, dan anda juga harus peduli, dengan nilai-nilai yang dibawakan. Semua calon pemimpin negara harus memiliki visi lingkungan,” lanjut magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Baca juga : Harita Nickel Bantah Cemari Lingkungan di Pulau Obi

Selain itu, Husein juga menyatakan bahwa limbah lingkungan dan emisi karbon Indonesia yang berjumlah sangat besar saat ini menunjukan, Muslim Indonesia tidak merepresentasi dan menjalankan agamanya. Karena Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, artinya, kata Husein, Indonesia juga jadi salah satu negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.

Pendiri/Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal. [Foto: Dok FPCI]

Lebih jauh, pendakwah muda pengisi di sedikitnya tujuh program televisi ini mengingatkan, seluruh umat manusia adalah satu. “Jadi, jika kita menyakiti alam, kita menyakiti diri kita sendiri. Jika kau merusak lingkungan, kau merusak dirimu sendiri,” tegasnya.

Husein juga menjelaskan lima pokok tujuan hukum Islam. Yakni memelihara agama (hifz al-din), memelihara jiwa (hifz al-nafs), memelihara akal (hifz al-‘aql), memelihara kehormatan dan keturunan (hifz al-nasl), serta memelihara harta (hifz al-mal). Namun yang menurutnya tak kalah penting adalah memelihara lingkungan (hifdzul bi’ah), yang bahkan jadi dasar semuanya.

“Jika tidak ada lingkungan yang bisa kita tempati, bagaimana kita bisa berpikir, menjalankan agama, menikmati harta, menjaga keturunan kita? Apakah jiwa kita bisa hidup tanpa adanya lingkungan?,” Husein mengingatkan.

Baca juga : Hari Pertama Puasa, GMC Gelar Bakti Sosial Bersih Lingkungan Di Tangerang

“Maka dasar dari semua prinsip ilmu agama adalah adanya lingkungan. Ketika lingkungan tidak ada, kita tidak bisa apa-apa, bahkan untuk beribadah dan untuk hidup sekali pun,” tegas alumni Pondok Pesantren Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur ini lagi.

Acara ini dihadiri lebih dari 250 partisipan, yang berasal dari korps diplomatik dan kalangan publik. Mengangkat tema iklim, ceramah Habib Husein diikuti dengan diskusi publik, yang dipandu oleh Ketua dan Pendiri FPCI, Dr. Dino Patti Djalal.

Pendiri/Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal (kiri) saat memandu dialog Iftar bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar (kanan). [Foto: Dok FPCI]

Acara ini diselenggarakan FPCI dilandasi kesadaran, bahwa tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi dari krisis iklim, tidak terlepas dari landasan religius. Karenanya, bertepatan dengan bulan Ramadan, dan untuk merayakan hari Bumi se-Dunia pada 22 April, FPCI mengakomodasi diskusi bertajuk “Amanah Islam Menjaga Bumi Bersama”.

Diskusi mengangkat landasan Al-Qur'an mengenai kelestarian lingkungan, krisis iklim, dan peran seorang Muslim dan umat manusia dalam menanganinya.

Baca juga : Bakti Rimbawan Indonesia Bagi Hutan dan Lingkungan Hidup

Selain itu, Dino juga menyatakan, FPCI akan menyelenggarakan Net Zero Summit pada 24 Juni 2023, demi mendorong kampanye Indonesia net-zero 2050. "Kalau kita memang nasionalis, kita harus peduli iklim. Karena Indonesia Emas 2045 tidak bisa hidup di bumi dengan suhu 4 derajat Celcius! Indonesia harus mencapai net-zero di 2050, bukan di 2060!” ujar mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.