Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Senada dengan Ale, salah satu kurator yang juga merupakan Senior Business Development Manager of IDN Media, Rahma Guntari juga merasa kalau film-film pendek yang dihasilkan dari lokus 4 ini di luar ekspektasi.
“Menurutku keren lah, lokus ini di luar ekspektasi. Mereka bisa nge-build budaya mereka dengan cara mereka sendiri. Aku salut,” ungkap Rahma.
Rahma menyampaikan film Sailum: Song of The Rustling Leave keren banget. Sebab film tersebut mampu memberikan ide penuturan yang unik.
“Dari segi ide penuturan, film ini seperti menyampaikan kritik tapi disampaikan melalui habit yang orang notabene belum bisa menerima atau tabu, justru di sana (NTT) tradisi itu biasa saja. Itu keren, aku amazed sama itu,” ujar Rahma.
Baca juga : Uni Emirat Arab Apresiasi Kualitas Imam Masjid Indonesia
Sementara untuk film Pepadu yang bergenre fiksi, Rahma berkata ide ceritanya cukup menarik.
“Mereka (Sutradara M. Muslimin dan tim produksi film Pepadu) bisa mengemas cerita yang berat menjadi enak untuk ditonton,” kata Rahma.
Pernyataan film bukan hanya sebatas hiburan, melainkan karya audio visual yang di dalamnya terkandung sebuah nilai-nilai juga diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.
“Sejarah mencatat bahwa film bukan hanya sebatas hiburan, melainkan karya audio visual yang di dalamnya terkandung sebuah nilai-nilai perjuangan. Seperti ‘Darah dan Doa’ karya Usmar Ismail, film pertama yang diproduksi anak bangsa, yang dari judulnya saja merepresentasikan semangat perjuangan dan kemerdekaan,” ujar Sandiaga Uno, Senin (22/5/2023) dalam keterangannya.
Baca juga : Maman Yakin Timnas Bisa Unjuk Prestasi Di Piala Asia
Dia pun mengapresiasi terpilihnya film Pepadu dan film Sailum: Song of The Rustling Leave yang mampu memberikan perspektif lain tentang film pendek Indonesia.
Pihaknya mengapresiasi anak-anak muda yang mempromosikan Indonesia dengan kreativitas yang mereka miliki. Melalui Festival Film Bulanan, dirinya optimististis perfilman tanah air, khususnya film pendek semakin populer dan diakui.
"Bukan hanya sebagai industri hiburan, melainkan juga mengekspresikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, melahirkan talenta-talenta hebat yang membanggakan, sekaligus mempromosikan kekayaan nusantara,” ucap Sandiaga Uno.
Dia juga yakin subsektor perfilman Indonesia akan terus berkembang, sehingga bisa mempercepat kepulihan ekonomi Indonesia serta berkontribusi dalam penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru.
Baca juga : Lewat Digitalisasi, PGE Dongkrak Ekonomi Warga Kamojang
Apalagi semangat Festival Film Bulanan di tahun kedua ini berupaya memfokuskan pada kegiatan aktivasi, distribusi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengantarkan karya-karya sineas lokal ke industri perfilman nasional bahkan internasional.
Sebagai bentuk apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bagi kedua Film Terpilih akan mendapat sertifikat, suvenir, kesempatan mengikuti workshop “Menuju Industri Perfilman” di mana peserta akan pitching dengan investor untuk mendapatkan pendanaan dari FlipFlop TV, serta menjadi nominasi di malam penganugerahan Festival Film Bulanan yang diselenggarakan pada bulan Desember.
Selain itu, sebagai bagian dari eksibisi, akan ada penayangan poster digital di sejumlah area gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan penayangan film di acara ‘Sinema Keliling’, bioskop maupun Over The Top (OTT).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya