Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Dia juga mengunggah emoticon kesal dan kecewa saat Luhut bilang ekspor pasir laut tidak merusak lingkungan.
Senada dikatakan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Boy Jerry Even. Dia menganggap, kebijakan ini memperparah ancaman lingkungan dan warga pesisir. Karena berisiko menaikkan permukaan air laut yang diperparah dengan ancaman abrasi dan intrusi dari aktivitas ekstraktif ini.
Kebijakan ini juga, kata dia, menjadi cermin bahwa negara abai pada kedaulatan nasional. Khususnya dalam konteks batas negara yang akan berkurang apabila bibir pantai pulau terluar tergerus karena kebijakan ekspor pasir laut ini.
Baca juga : UKM Binaan LPEI Sukses Ekspor Buah Dan Sayuran Ke Belanda
Apa tanggapan Luhut soal banyak yang nyerangnya? Dia yakin betul kebijakan ini tidak akan merusak lingkungan. Dengan kecanggihan teknologi yang bernama Global Positioning System (GPS) dan perangkat lainnya, Luhut yakin saat pengerjaannya tidak merusak lingkungan.
Luhut juga yakin, kebijakan ini banyak menguntungkan Indonesia. “Sekarang kalau diekspor, pasti jauh manfaatnya, untuk BUMN, Pemerintah,” cetus Luhut, usai acara peluncuran Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC), di Jakarta, kemarin.
Luhut juga menyebut ekspor pasir laut punya manfaat untuk mendukung kegiatan ekonomi dan industri, khususnya terkait pendalaman alur laut. Pengerukan, disebutnya, justru bermanfaat bagi ekosistem laut karena bisa mengurangi pendangkalan.
Baca juga : Aura Kasih, Gugup Disentuh Pria
“Jadi, untuk kesehatan laut juga. Sekarang proyek yang satu besar ini Rempang (Batam). Rempang itu yang mau direklamasi supaya bisa digunakan untuk industri besar solar panel. Gede sekali solar panel itu,” kata Luhut.
Meski pasir laut diperbolehkan diekspor, tentunya ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi pelaku usaha. Di antaranya perizinan, syarat penambangan pasir laut, hingga ketentuan ekspor karena menyangkut bea keluar.
Kebijakan ekspor pasir laut didukung Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid. Menurutnya, kebijakan ini dapat meningkatkan perekonomian dalam negeri.
Baca juga : Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Mutlak Diperlukan
Hanya saja, Arsjad memberikan catatan agar dalam pelaksanaannya tidak merusak lingkungan sehingga ada aspek berkelanjutan. “Hal yang paling penting adalah balancing. Balancing antara kepentingan revenue kepada negara, baik untuk rakyat,” pesannya.
Selain itu, pihaknya memperhatikan mengenai sustainability-nya, yaitu masalah lingkungan. “Jadi kita mendukung dengan catatan bahwa sustainability-nya, sustainable development-nya harus dipastikan. Itu aja utamanya,” tambah Arsjad.
Ia menilai, ekspor pasir laut memiliki nilai ekonomi yang potensial bagi Indonesia. Sebab banyak negara tidak memiliki sumber daya alam berupa pasir laut seperti Indonesia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya