Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Kejagung Geledah Kantor Eksportir CPO
Sita Uang Kas Hingga Lahan Kebun Sawit
Minggu, 9 Juli 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Kejagung menetapkan tiga perusahaan sebagai tersangka kasus korupsi fasilitas ekspor CPO. Mereka yakni PT Wilmar Group, PT Musim Mas Group dan PT Permata Hijau Group.
“Penetapan tersangka korporasi itu hasil penyidikan korporasi yang mengacu pada putusan peradilan,” ujar Sumedana.
Baca juga : Kasus Migor, Kejagung Geledah Kantor Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Group
Penyidikan terhadap tiga produsen minyak goreng tersebut bertujuan menuntut pertanggungjawaban pidana. Juga untuk memulihkan keuangan negara, maupun kerugian perekonomian negara.
Ketiga korporasi tersebut dituduh menyalahi Persetujuan Ekspor (PE) minyak sawit atau CPO, yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng di dalam negeri. Dampaknya harga minyak goreng melambung. Di atas harga yang dipatok pemerintah.
Baca juga : Kejagung Kejar Ganti Rugi Kasus Kelangkaan Migor
Saat itu, harga CPO di pasar internasional sedang tinggi. Produsen berlomba-lomba melakukan ekspor dengan memanipulasi dokumen persyaratan PE.
Dari ekspor CPO itu, PT Wilmar Group menangguk keuntungan mencapai Rp 1.693.219.882.064, PT Musim Mas Group sebanyak Rp 626.630.516.604 dan PT Permata Hijau Group sebesar Rp 124.418.318.216.
Baca juga : Jadi Inspektur Upacara Pemakaman, Menteri Siti Kenang Kiprah Dan Keberpihakan Sarwono
Sebaliknya, tindakan korporasi itu menyebabkan kerugian negara Rp 6 triliun dan kerugian perekonomian negara Rp 12,3 triliun.
Sumedana mengatakan, kerugian negara itu harus bisa ditagih dari ketiga korporasi. Caranya bisa dengan sita eksekusi terhadap aset-aset perusahaan. “Secepatnya pasti dilakukan upaya penyelamatan aset negara,”katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya