Dark/Light Mode

PBNU: Aspirasi Nahdliyin Tak Harus Ke PKB

Senin, 7 Agustus 2023 12:58 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Wasekjend Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH. Sulaeman Tanjung. Foto: Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Wasekjend Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH. Sulaeman Tanjung. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Narasi PKB adalah Nahdlatul Ulama (NU), NU adalah PKB kembali digencarkan. Teranyar oleh mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di acara Haul Gus Dur ke-14 di DPP PKB, Jumat (4/8).

Kiai Said Aqil mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin harus menang di Pemilu 2024. Said Aqil menyebut PKB merupakan bagian NU, dan sebaliknya.

"Pak Muhaimin harus menang, dan kalau sudah menang warga nahdliyin harus dipikirkan. PKB adalah NU, NU adalah PKB," kata Kiai Said saat Haul Gus Dur ke-14 di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (4/8) malam.

Kiai Said bercerita, bersama Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin dan tokoh PBNU lainnya, membentuk tim 5 untuk mendirikan PKB. Artinya PKB berarti adalah NU. "PBNU bentuk tim 5, saya, Kiai Ma'ruf, Pak Rozy Munir, Pak Bagdja, Kiai Dawam, itu SK resmi PBNU yang tanda tangan Gus Dur. PBNU membentuk tim 5 sebagai pendiri PKB, artinya PKB adalah NU," tegasnya lagi.

Baca juga : Arab Saudi Bikin Rusak Harga Transfer Pesepakbola

Sedangkan Cak Imin menyebut, narasi NU adalah PKB dan sebaliknya ini penguatan bagi kader agar tetap solid menghadapi Pemilu 2024. Dikatakan Cak Imin, yang disampaikan Kiai Said, sebelumnya juga kerap disampaikan Kiai NU lainnya.

"Kiai Nurul Huda Jazuli, kiai paling sepuh di Republik ini 98 tahun, mengingatkan itu. Jadi ini penguatan kader-kader di bawah untuk terus solid, rapatkan barisan," kata Cak Imin di tempat yang sama.

Menjawab berbagai sindiran pengurus PBNU saat ini, Cak Imin yakin, para pengurus di bawah Gus Yahya ini akan menghormati partainya jika menang Pemilu. Sebaliknya, PKB juga menghormati PBNU dalam setiap kinerja serta agenda yang dilakukan.

"Sekarang siapa yang paling produktif berkhidmat untuk Nahdliyin, yang akan mendapat penghormatan. Kalau PBNU produktif, kami hormat dan salut," kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Baca juga : Demokrat Nahan Diri Tak Cemburu

Cak Imin lebih jauh berjanji bakal segera menemui Gus Yahya. "Ya pastilah. Ketemu atau tidak ketemu itu soal teknis saja," ujarnya.

Cak Imin kembali mengklaim, PKB satu-satunya partai yang direstui oleh NU dengan sejarahnya. Dia juga kembali membantah pernah punya friksi dengan Gus Dur.

"PKB istiqamah dengan ajaran Gus Dur. Saya ini termasuk asisten informal jadi saya diajak terus oleh Gus Dur di semua event, dari ke-NU-an ke forum demokrasi ke pemerintahan sampai tuntas lah. Saya ini betul-betul, kalau berhasil, itu memang produk Gus Dur," ujarnya.

Di acara yang sama, mantan Juru Bicara Gus Dur Adhie Massardi mengatakan sejak awal berdiri, PKB tak pernah berseberangan dengan PBNU. Namun, baru di periode ini bertolak belakang.

Baca juga : Dewan Pakar Apresiasi Jokowi Tak Campuri Urusan Internal Golkar

"PBNU tidak pernah berseberangan dengan PKB. Tetapi faktanya hari ini, PBNU dan PKB itu bertolak belakang. PBNU menghadap Timur, sedangkan PKB menghadap Barat," ujarnya.

Adhie mengungkapkan, Gus Dur pernah berpesan bahwa PKB dan PBNU akan bertemu di tengah-tengah meskipun jalan yang ditempuh berbeda.

"PBNU istiqamah di jalan yang lurus, PKB istiqamah di jalan yang lurus juga. Karena bumi itu bulat, Insya Allah akan bertemu di tengah," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.