Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Kepala BPIP: Pancasila Tidak Hanya Satukan Nusantara, Tapi Bebaskan Dunia Juga

Jumat, 11 Agustus 2023 23:03 WIB
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Yudian Wahyudi. (Foto: Ist)
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Yudian Wahyudi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menyampaikan, Pancasila tidak hanya bisa mempersatukan 57 negara di Nusantara,  tetapi juga membebaskan dunia.

Hal tersebut disampaikan Yudian saat memberikan pembinaan ideologi  kepada Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) yang digelar di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/8). Acara tersebut bertema  Peran Strategis AGPAII dalam Menyemai Ideologi Pancasila”

Dalam pidatonya, Yudian mengatakan proklamasi  kemerdekaan RI merupakan proklamasi terbaik dan terhebat di muka bumi di sepanjang sejarah. Karena hal tersebut terjadi di perang terbesar sepanjang sejarah dan melibatkan oleh berbagai negara yaitu Perang Dunia II dengan teknologi yang sudah kuat.

Baca juga : Beroperasi Tak Sesuai Wilayah, KKP Tertibkan 3 Kapal Ikan Di Laut Aru

“Di tengah-tengah ketidakpastian atau kemustahilan itulah bangsa Indonesia melakukan proklamasi. Kehebatan proklamasi yaitu terjadi di tengah perang dunia II tanpa teknologi militer dengan waktunya hanya 59 detik tetapi berhasil membebaskan dan mempersatukan kembali minimal 57 negara yang terasa satu sejak sumpah pemuda," kata Yudian.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2016-2020 itu menyebutkan, Bung Karno sudah membuktikan bahwa Pancasila tidak hanya mempersatukan 57 negara, tetapi juga membebaskan dunia. Bukan hanya Indonesia saja namun,  beberapa negara timur tengah melalui Asia Afrika. Melalui Pidato Bung Karno tanggal 30 September 1960 itu resmi Pancasila menjadi Ideologi jalan tengah dunia. Sebagai konsekuensinya, Presiden Soekarno menjadi Presiden 3 besar setelah Presiden John F.Kennedy dan Nikita Khrushchev.

“Pancasila: Dari Indonesia Untuk Dunia” inilah kira-kira di satu sisi kehebatan Pancasila yang kita rasakan sampai saat ini di saat yang lain pecah dan sebagainya, di sisi lain peran internasional Indonesia perlu digaungkan kembali," ungkapnya.

Baca juga : Kepala BPIP: Jangan Pertaruhkan Nasib Bangsa Dengan Serangan Fajar

Sementara itu, Deputi Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Prakosomengatakan bahwa Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Kampus-Kampus termasuk Universitas Pamulang merupakan bagian dari aksi nyata strategis pembinaan ideologi Pancasila dalam menyemai nilai-nilai Pancasila pada Generasi Millenial dan Generasi Z sebagai landasan dalam bertindak dan berpikir.

”Kolaborasi BPIP dengan AGPAII dalam pembumian nilai-nilai Pancasila tidak hanya kali ini, pada tahun 2020, BPIP telah berkolaborasi dengan AGPAII melalui gerakan pelajar penggerak Pancasila," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum AGPAII  Endang Zenal mengucapkan terima kasih kepada Yudian. Hal ini tentu dapat menunjang semangat guru pendidik agar selalu memberikan ilmu kepada siswa dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. "Kami menghaturkan terimakasih kepada Bapak Kepala BPIP karena sudah mau memberikan materi kepada guru dalam memberikan semangat Pancasila,” ucapnya

Baca juga : Ganjar Salurkan Bantuan RTLH, Jamban Dan Bantuan Modal Usaha

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Walikota Tangerang Selatan  Benyamin Davnie, Walikota Tangerang Selatan Periode 2011-2021 Airin Rachmi Diany, Rektor Universitas Pamulang Nurzaman, dan Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Agus Moh Najib.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.