Dark/Light Mode

Kiai Said: Waspadai Kontaminasi Paham Radikal di Lingkungan Pemerintah

Minggu, 27 Agustus 2023 20:45 WIB
Mustasyar PBNU yang juga Komisaris Utama PT KAI KH Said Aqil Siradj (Foto: Istimewa)
Mustasyar PBNU yang juga Komisaris Utama PT KAI KH Said Aqil Siradj (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat Tanah Air dikejutkan dengan penangkapan terduga teroris di wilayah Bekasi, Jawa Barat, 14 Agustus lalu. Terduga teroris berinisial DE (28) ini ternyata oknum pegawai PT KAI. Dari hasil penggeledahan ditemukan belasan pucuk senjata dan amunisi. Terungkap, DE juga telah bergabung dengan jaringan terorisme Mujahidin Indonesia Barat (MIB) pimpinan sosok berinisial WM dan berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah lama.

Terkait hal tersebut, Mustasyar (Penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Komisaris Utama PT KAI KH Said Aqil Siradj menyatakan, kasus ini harus menjadi warning bagi BUMN juga kementerian/lembaga, terutama dalam menghadirkan penceramah di wilayah masing-masing.

“Semua harus waspada terhadap bahaya-bahaya paham radikal. Ini semua berasal dari banyaknya khatib-khatib yang radikal yang kemudian malah dipakai melalui majelis-majelis taklim,” ujar Kiai Said, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (27/8).

Baca juga : Kino Dan KidZania Kolaborasi Gali Potensi Anak Lewat Wahana Permainan Peran

Mantan Ketua Umum PBNU ini meminta ke semua lembaga dan instansi pemerintah untuk sering mengadakan pembinaan terhadap pegawai terkait wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air.

“Harus terus diadakan. Tidak cukup hanya di pusat, tetapi harus di setiap daerah di setiap BUMN, termasuk juga di kementerian-kementerian,” ucapnya.

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) juga meminta kepada seluruh instansi pemerintah dan BUMN untuk terus berperan mengawasi dan benar-benar selektif dalam menerima pegawai.

Baca juga : PLN IP Konsisten Jaga Operasional Pembangkit Ramah Lingkungan

“Harus benar-benar selektif dalam menerima pegawai. Kemudian, setelah masuk, harus ada juga pembinaan. Tidak cukup dilakukan cuma sekali, tapi harus terus-menerus,” tekannya.

Kiai Said juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, radikalisme terorisme bertentangan agama Islam. Tindakan itu tidak dibenarkan dalam agama Islam.

“Nabi Muhammad bersabda, tidak boleh ada permusuhan kecuali kepada yang mereka melanggar hukum. Tidak boleh ada permusuhan dikarenakan beda agama, beda suku, beda partai, beda aliran, tidak boleh,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.