Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bupati TTS Resmikan Teknologi Sederhana Pengubah Udara Jadi Air
Rabu, 6 September 2023 22:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) EP Tahun meresmikan teknologi sederhana pengubah udara menjadi air bersih, di Desa Tesiayofanu, Kecamatan Kie, Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (6/9). Proyek ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun atas kerja sama antara Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) Universitas Nusa Cendana (Undana), J Trust Bank dan Pemerintah Daerah (Pemda) TTS melalui pemerintah Desa Tesiayofanu dan masyarakat.
Dalam proses kerja sama, terdapat tiga program, yakni: penyediaan air bersih lewat alat pengkonversi udara menjadi air dengan menggunakan sumber listrik tenaga surya, pertanian hijau untuk kelompok kaum muda terutama Perempuan, dan pendidikan kepemimpinan untuk kaum muda perempuan.
Teknologi pengubah udara menjadi air merupakan hasil kombinasi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan air water generator/AWG atau mesin pengubah udara menjadi air. Teknologi AWG terdiri dari 10 buah mesin yang bekerja untuk mengubah udara menjadi air.
Baca juga : Liga 2 Resmi Diluncurkan, Pegadaian Jadi Sponsor Utama
Dalam 1x24 jam, setiap unit mesin menghasilkan 35 liter hingga 40 liter air, sehingga dari 10 mesin yang ada dapat menghasilkan 400 liter air bersih. Air yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian dengan sistim irigasi tetes yang hemat air.
Hadir dalam acara ini Camat Kie Alex Liu, Area Program Manager Plan Indonesia Semuel Apsalon Niap, Program Implementation Area (PIA) Timor Marina Meidiyanti, Deputi PIA Manager Matheus Timulafu, serta perwakilan J Trust Bank yaitu Ency Mataniari sebagai Corporate Communication, Ridyawan Amnar sebagai Corporate Secretary Division Head, Hana Beatrix Boboy sebagai Branch Manager J Trust Bank Cabang Kupang.
Dalam sambutannya, EP Tahun mengucapkan terima kasih kepada Plan Indonesia, Undana, dan juga J Trust Bank yang sudah membantu daerahnya. Dia menerangkan, teknologi ini merupakan yang pertama di TTS, sehingga pihaknya berharap bisa membantu masyarakat Desa Tesiayofanu dalam memanfaatkan lahan dan juga kebutuhan air bersih lainnya.
Baca juga : Kabupaten Muba Sinergi Aktifkan Tim Patroli Satgas Pencegahan Karhutbunlah
“Dengan harapan, semua kebutuhan yang berkaitan dengan air bersih bisa sedikit teratasi dan sambil kita terus membangun daerah ini agar terbebas dari berbagai persoalan, seperti penurunan angka stunting, perilaku hidup bersih dan sehat, dan persoalan lainnya,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Undana Damianus Adar, mewakili Rektor Undana, mengucapkan terima kasih kepada Bupati TTS dan Plan Indonesia atas kerja yang terjalin.
“Semoga kita terus berkolaborasi, bersinergi membangun bangsa ini dengan cara kita masing-masing. Kami dari Undana berharap lewat teknologi ini bisa dimanfaatkan dengan baik, masyarakat bisa menanam tanaman dan bisa ditata dengan baik untuk bisa terus bermanfaat. Mohon maaf jika ada kekurangan, biarlah kekurangan itu bisa membuat kita terus bekerja sama di waktu-waktu selanjutnya,” ucapnya.
Baca juga : Paloh Pilih Imin Dampingi Anies, Koalisi Perubahan Jadi Acak-acakan
Eksekutif Direktur Plan Indonesia Dini Widiastuti menyampaikan, di TTS pihaknya kami berada di 46 desa. Harapannya, ke depan bisa menciptakan masyarakat desa yang mandiri, supaya semua program yang sudah dilakukan bisa berkelanjutan. “Untuk itu, perlu dilakukan pemeliharaan, pemanfaatan, dari semua komponen masyarakat desa terutama kaum muda,” kata Dini.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda TTS, Pemerintah Desa, relawan-relawan Plan Indonesia yang sudah membantu. Dia berharap, anak-anak di TTS terbebas dari stunting, bisa mengakses pendidikan paling tidak hingga SMA/sederajat.
“Bersama kaum muda, terutama kaum muda Perempuan, bisa memaksimalkan pemanfaatan lahan menggunakan irigasi tetes dari air yang didapatkan dari teknologi baru ini. Bagaimana caranya anak-anak muda kita tetap bisa membangun desa, tentunya harus diberikan alat, diberikan pelatihan, supaya mereka bisa berkarya dan membangun desanya sendiri,” jelas Dini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya