Dark/Light Mode

Dihadapan KDEI Taiwan, Benny Komit Perangi Sindikat Penempatan PMI Ilegal

Senin, 25 September 2023 15:57 WIB
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Benny Rhamdani (berbatik) melakukan courtesy call dengan pimpinan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia KDEI Taiwan di Ruiguang Road, Neihu District, Taiwan, Minggu (24/9). (Foto: Dok. BP2MI)
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Benny Rhamdani (berbatik) melakukan courtesy call dengan pimpinan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia KDEI Taiwan di Ruiguang Road, Neihu District, Taiwan, Minggu (24/9). (Foto: Dok. BP2MI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melakukan courtesy call dengan pimpinan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan di Ruiguang Road, Neihu District, Taiwan, Minggu (24/9).

Dalam pertemuan tersebut, Benny dan delegasi disambut oleh Wakil Kepala KDEI di Taiwan, Zulmartinof beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Benny menegaskan BP2MI memiliki komitmen untuk memerangi para sindikat penempatan PMI ilegal.

"Berdasarkan data World Bank tahun 2017, terdapat 9 juta PMI yang berada di luar negeri, tapi hanya 3,7 juta yang tercatat prosedural. Berarti sisanya ilegal dan mungkin mereka adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Maka itu pemberantasan sindikat saya jadikan prioritas," kata Benny di hadapan pimpinan KDEI Taiwan, dalam keterangannya, Senin (25/9).

Benny melanjutkan, dirinya telah berkali-kali mengajak Polri melakukan penggerebekan tempat penampungan PMI ilegal.

Baca juga : Jokowi Ingatkan Wartawan, Bikin Berita Jangan Yang Penting Viral

“Ini kejahatan besar dan akar dari masalah yang menimpa pekerja migran kita," tegas politisi partai Hanura itu.

Dia menjelaskan permasalahan PMI yang terus terulang di Taiwan. Setiap PMI harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 70-80 juta lantaran terjebak kasus overcharging.

Padahal, ditekankan Benny, negara sudah menetapkan struktur biaya (cost structure).

"Misalnya, untuk pekerja rumah tangga struktur biayanya cuma Rp 24 juta," jelas Benny.

Baca juga : Polresta Malang Kota Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi

Untuk itu dia meminta kepada semua pihak, terutama KDEI agar membantu permasalahan ini.

"Ini kejahatan yang kita harus hadapi bersama. Ini masalah serius," cetus mantan anggota DPD itu.

Pada kesempatan sama, Benny bertemu dengan para pimpinan perguruan silat yang ada di Taiwan untuk berdialog, dan memperkenalkan organisasi atau perguruannya.

"Saya hanya ingin bersilaturahmi untuk lebih mengenal para pekerja migran dan masalah-masalahnya. Apa sih yang dibutuhkan," ucap dia.

Baca juga : Peringati Perayaan Raksha Bandhan, Denny JA: Bangkitnya Spiritualitas Baru

Benny berpesan, semangat menjaga ukhuwah dan persatuan di antara Pekerja migran dan semangat persatuan harus terus diperkuat. Masalah yang terjadi diselesaikan secara hukum.

"Terimakasih atas kebesaran jiwa sehingga ini tidak terjadi lagi. Wajah Indonesia di mata luar adalah wajah para pekerja migrannya," harap Benny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.